Gawat, Tanpa Kiamat September pun Manusia Segera Punah!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bumi memasuki fase kepunahan baru. bbc.co.uk

    Ilustrasi bumi memasuki fase kepunahan baru. bbc.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi yang dilakukan tiga perguruan tinggi di Amerika Serikat menyebutkan bumi kini tengah memasuki fase kepunahan baru. Dan hewan bertulang belakang (vertebrates), bahkan termasuk manusia, bisa saja menjadi korban yang pertama memasuki kepunahan itu.

    Dalam laporan, yang studinya dipimpin oleh Univesitas Stanford, Princeton, dan Berkeley itu, disebutkan bahwa hewan bertulang belakang menghilang 114 kali lebih cepat dari normal. Penemuan ini juga pernah dilaporkan Duke University tahun lalu.

    Baca juga: Kiamat Segera Datang? Inilah Lima Skenario Dahsyat

    Salah satu penulis studi baru tersebut mengatakan, “Sekarang ini kita memasuki tahap keenam kepunahan massal,” ujarnya. Kejadian serupa pernah terjadi 65 juta tahun yang lalu, ketika dinosaurus menghilang alias punah.

    Temuan mengejutkan itu muncul di tengah ketakutan banyak orang akan hancurnya bumi, bahkan disebut kiamat,  pada bulan September nanti akibat ditabrak oleh asteroid--spekulasi yang kemudian dibantah oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). (Baca juga: Heboh Kiamat September Tahun Ini NASA Ungkap Faktanya)

    Kepunahan hewan dan manusia--diprediksi terjadi tiga generasi lagi--itu otomatis akan menghancurkan kehidupan di bumi. “Jika ini sampai terjadi, butuh jutaan tahun untuk kembali pulih dan beberapa spesies hewan akan kembali hilang dari yang ada saat ini,” kata pimpinan peneliti, Gerardo Ceballos.

    Para ilmuwan mempelajari sejarah tingkat kepunahan hewan bertulang belakang melalui catatan-catatan fosil yang tersimpan. Para ilmuwan menemukan tingkat kepunahan baru-baru ini 100 kali lebih tinggi dibanding pada masa-masa ketika bumi tidak mengalami kepunahan massal.

    Berita tentang Angeline:
    Angeline Dibunuh: Kisah Darah, Kain Pel, Kayu dari Kamar M
    Aneh, Margriet Minta Baju Agus Dikubur Bersama Angeline

    Sejak 1990, laporan studi itu menyebutkan, lebih dari 400 hewan bertulang belakang telah menghilang atau punah. Para ilmuwan mengatakan, kerugian akibat kepunahan ini baru akan terlihat setelah 10 ribu tahun.

    Riset, yang dipublikasikan juga dalam jurnal the Science Advances ini, menyebut penyebab kepunahan lantaran perubahan iklim, polusi, serta penggungulan atau kerusakan hutan (deforestation).

    Profesor Paul Ehrlich dari Stanford University mengatakan, “Ada beberapa contoh-contoh spesies di muka bumi ini yang saat ini tengah berjalan menuju kematian,” ujarnya.

    BBC | GRACE S GANDHI

    IKUTI: TEMPO HADIAH RAMADAN 2015

    Berita Menarik
    Detik-detik Karyawati Ini Diperkosa Sopir Angkot di Jakarta
    Gila, Dengan Buka Baju, Wanita Cantik Ramal Pemenang Bola

    VIDEO MENARIK:

    Gerebek Sabu, Dor! Dapat Video Syuur, Pemakai Kelonjotan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.