Ditemukan Planet Mirip Bumi

Rabu, 25 April 2007 | 15:03 WIB

Ditemukan Planet Mirip Bumi
TEMPO Interaktif, Paris:
Ahli astronomi telah menemukan sebuah planet mirip bumi di luar galaksi, yang permukaannya mengandung air. Planet itu mengorbit di bintang Gliese 581 yang redup, 20,5 tahun cahaya dari konstelasi Libra.

Planet itu ditemukan dengan teleskop Eso di Cile. Astronom penemunya mengatakan temperatur yang ramah di planet itu mengindikasikan adanya air berbentuk cair, dan ada kemungkinan suatu kehidupan.

“Kami memperkirakan temperatur di “Bumi Super” ini antara nol hingga 40 derajat celcius, dan air masih dalam bentuk cair,” kata Stephane Udry, dari Stasiun Pengamatan Jenewa, yang menuliskan laporan ilmiah tentang penemuan planet tersebut, di Paris hari ini.

Stephane mengatakan ukuran planet tersebut 1,5 kali radius bumi. Model yang mereka rancang memperlihatkan bahwa planet itu berbatu-batu atau diselimuti lautan.

Xavier Delfosse, anggota tim dari Universitas Grenoble, mengatakan, air adalah hal yang kritis dalam kehidupan. Dia yakin planet itu adalah target yang penting bagi misi antariksa di masa mendatang, untuk mencari kehidupan ekstraterestrial.

Misi itu nantinya meletakkan teleskop di ruang angkasa untuk melacak cahaya, yang disebut-sebut sebagai penanda adanya proses biologis di sana. Pengamatan ruang angkasa itu juga bisa mengidentifikasi gas atmosfir seperti metan dan bahkan menandai adanya klorofil, pigmen yang memainkan peranan penting dalam proses fotosintesis.

Astronom menyebut planet itu sebagai eksoplanet, untuk menyebut planet yang mengelilingi sebuah bintang di luar matahari. Planet tersebut mengorbit penuh di bintangnya selama 13 hari. Jaraknya juga 14 kali lebih dekat ke bintangnya, daripada bumi ke matahari.

Adapun Gliese 581, diidentifikasi di Stasiun Pengamatan Eropa Selatan di La Silla di Gurun Atacama. Sejauh ini ahli astronomi telah mendeteksi bahwa bintang itu dikelilingi tiga planet.

BBC | AFP | USATODAY

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan