Close

Kata-kata Terakhir BJ Habibie Menginspirasi  

Selasa, 25 Mei 2010 | 20:48 WIB

Kata-kata Terakhir BJ Habibie Menginspirasi  
BJ Habibie bersama Asri Ainun Habibie. TEMPO/Amatul Rayyani

TEMPO Interaktif, Jakarta – Mungkin inilah kisah cinta abadi pada abad ini. Bacharuddin Jusuf Habibie menginspirasi ribuan mungkin jutaan orang tentang makna sebuah cinta yang begitu tulus.

Kata-kata terakhir Habibie, di depan jenazah istrinya, Hasri Ainun Habibie, telah menegakan bulu roma, membasahi mata, menyesakkan dada.“Saya dilahirkan untuk ibu Ainun, dan ibu Ainun dilahirkan untuk saya,” tutur Habibie. ”Ainun, saya sangat mencintaimu. Tapi Allah lebih mencitaimu. Sehingga saya merelakan kamu pergi.”

Kini, kata-kata itu menjadi topik yang paling banyak dikomentari di situs jejaring sosial Twitter. Beberapa di antaranya:

- Omaigawd, the love story of mr.Habibie and her wife is sooo romantic :')

 

- Terharu baca ttg Pak Habibie yang setia disamping istri sampai akhir hayat. Semoga kelak bisa dapet suami spt itu. Amiin...

- Ingin punya kehidupan cinta seperti Pak Habibie & Alm Ibu Ainun

- Terharu bgt dnger kata2 pak habibie.kalo ibu ainun terlahir utk dia dan pak habibie tercipta utk ibu ainun..

 

- Dear Pak Habibie,dimohon untuk membuka kursus kesetiaan bagi para pria zaman sekarang. Terimakasih

Ainun menikah dengan Habibie pada tanggal 12 Mei 1962. Ainun meninggal tepat sepuluh hari setelah mereka merayakan ulang tahun perkawinan – kemudian ajal yang memisahkan mereka.

Ainun Habibie meninggal 23 Mei, pukul 17.30 waktu Jerman, di RS Munchen, Jerman, pada usia 72 tahun. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

NH



Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan