Gas Rumah Kaca Terlepas dari Pencairan di Arktik

Reporter

Editor

Selasa, 6 April 2010 08:34 WIB

Foto yang disiarkan kantor berita Reuters hari ini (3/8) memperlihatkan sebuah gunung es yang mencair di dekat kota Kulusuk, Greenland. Foto diambil kemarin. Foto: REUTERS/Bob Strong

TEMPO Interaktif, Jakarta - Jurnal Nature Geoscience edisi terbaru memaparkan studi ilmuwan Denmark dan Norwegia di kawasan Zackenberg, sebelah timur Greenland. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mencairnya permafrost dapat melepaskan asam nitrat, salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Laporan yang dipublikasikan Ahad lalu itu memperlihatkan bahwa pencairan permafrost terjadi pada 25 persen lahan di Greenland,kawasan Arktik. Angka ini lebih tinggi 20 kali ketimbang di hutantropis. "Pengukuran sampel permafrost yang memproduksi oksida nitrat dari lima situs lahan basah tambahan di ketinggian Arktik menunjukkan
tingkat produksi berada dalam kisaran rendah," tulis studi yang memfokuskan pada Zackenberg. Pelepasan zat ini makin menambahdampak dari pemanasan global.

Asam nitrat adalah gas rumah kaca ketiga yang paling penting yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Gas lainnya adalah karbon dioksidadan metana. Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim mengaturpembatasan gas-gas rumah kaca di atmosfer.

Gas ini berasal dari kegiatan manusia di sektor pertanian, antara lain pemakaian pupuk berbasis nitrogen dan penggunaan bahan bakarfosil. Selain itu juga dari sumber-sumber alam seperti mikroba di hutanbasah tropis.

Para ilmuwan mengatakan penelitian yang lalu memperhitungkan pelepasan karbon dioksida dan metana dari lapisan es yang mencair.Sementara asam nitrat tetap terkunci di dalam lapisan itu."Mencairnya lapisan berdampak kecil terhadap produksi asam nitrat,"
ujar tim peneliti yang dipimpin Bo Elberling dari Universitas Kopenhagen.

Namun demikian kejenuhan kembali tanah yang kering oleh lapisan es yang mencair, menghasilkan produksi asam nitrat 20 kali lebihbanyak. Hampir sepertiga asam nitrat, kata Bo, yang dihasilkan dalamproses ini terlepas ke atmosfir.

REUTERS

 
 

Berita terkait

Kemenkes, UNDP dan WHO Luncurkan Green Climate Fund untuk Bangun Sistem Kesehatan Menghadapi Perubahan Iklim

1 hari lalu

Kemenkes, UNDP dan WHO Luncurkan Green Climate Fund untuk Bangun Sistem Kesehatan Menghadapi Perubahan Iklim

Inisiatif ini akan membantu sistem kesehatan Indonesia untuk menjadi lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim.

Baca Selengkapnya

Kerusakan Alat Pemantau Gunung Ruang, BRIN Teliti Karakter Iklim, serta Kendala Tes UTBK Mengisi Top 3 Tekno

2 hari lalu

Kerusakan Alat Pemantau Gunung Ruang, BRIN Teliti Karakter Iklim, serta Kendala Tes UTBK Mengisi Top 3 Tekno

Artikel soal kerusakan alat pemantau erupsi Gunung Ruang menjadi yang terpopuler dalam Top 3 Tekno hari ini.

Baca Selengkapnya

Pusat Riset Iklim BRIN Fokus Teliti Dampak Perubahan Iklim terhadap Sektor Pembangunan

2 hari lalu

Pusat Riset Iklim BRIN Fokus Teliti Dampak Perubahan Iklim terhadap Sektor Pembangunan

Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN fokus pada perubahan iklim yang mempengaruhi sektor pembangunan.

Baca Selengkapnya

Kemenkes, UNDP dan WHO Perkuat Layanan Kesehatan Hadapi Perubahan Iklim

3 hari lalu

Kemenkes, UNDP dan WHO Perkuat Layanan Kesehatan Hadapi Perubahan Iklim

Kemenkes, UNDP dan WHO kolaborasi proyek perkuat layanan kesehatan yang siap hadapi perubahan iklim.

Baca Selengkapnya

Amerika Perkuat Infrastruktur Transportasinya dari Dampak Cuaca Ekstrem, Kucurkan Hibah 13 T

10 hari lalu

Amerika Perkuat Infrastruktur Transportasinya dari Dampak Cuaca Ekstrem, Kucurkan Hibah 13 T

Hibah untuk lebih kuat bertahan dari cuaca ekstrem ini disebar untuk 80 proyek di AS. Nilainya setara separuh belanja APBN 2023 untuk proyek IKN.

Baca Selengkapnya

Diskusi di Jakarta, Bos NOAA Sebut Energi Perubahan Iklim dari Lautan

14 hari lalu

Diskusi di Jakarta, Bos NOAA Sebut Energi Perubahan Iklim dari Lautan

Konektivitas laut dan atmosfer berperan pada perubahan iklim yang terjadi di dunia saat ini. Badai dan siklon yang lebih dahsyat adalah perwujudannya.

Baca Selengkapnya

Peneliti BRIN Ihwal Banjir Bandang Dubai: Dipicu Perubahan Iklim dan Badai Vorteks

14 hari lalu

Peneliti BRIN Ihwal Banjir Bandang Dubai: Dipicu Perubahan Iklim dan Badai Vorteks

Peningkatan intensitas hujan di Dubai terkesan tidak wajar dan sangat melebihi dari prediksi awal.

Baca Selengkapnya

5 Hal Banjir Dubai, Operasional Bandara Terganggu hingga Lumpuhnya Pusat Perbelanjaan

14 hari lalu

5 Hal Banjir Dubai, Operasional Bandara Terganggu hingga Lumpuhnya Pusat Perbelanjaan

Dubai kebanjiran setelah hujan lebat melanda Uni Emirat Arab

Baca Selengkapnya

Maret 2024 Jadi Bulan ke-10 Berturut-turut yang Pecahkan Rekor Suhu Udara Terpanas

19 hari lalu

Maret 2024 Jadi Bulan ke-10 Berturut-turut yang Pecahkan Rekor Suhu Udara Terpanas

Maret 2024 melanjutkan rekor iklim untuk suhu udara dan suhu permukaan laut tertinggi dibandingkan bulan-bulan Maret sebelumnya.

Baca Selengkapnya

Aktivis Greta Thunberg Ditangkap Dua Kali Saat Unjuk Rasa di Belanda

25 hari lalu

Aktivis Greta Thunberg Ditangkap Dua Kali Saat Unjuk Rasa di Belanda

Aktivis Greta Thunberg ditangkap lagi setelah dibebaskan dalam unjuk rasa menentang subsidi bahan bakar minyak.

Baca Selengkapnya