Avanci Beri Kemudahan Paten bagi Perusahaan IoT

Reporter

Editor

Erwin prima

Rabu, 21 September 2016 12:40 WIB

topnews.in

TEMPO.CO, Dallas - Pekan lalu Avanci meluncurkan marketplace pertama untuk lisensi teknologi nirkabel yang telah dipatenkan untuk kebutuhan Internet of Things (IoT).


Marketplace Avanci menawarkan kepada perusahaan IoT sebuah lisensi yang sesuai dengan paten standar yang dimiliki oleh pemimpin teknologi tekemuka, seperti Ericsson, Qualcomm, InterDigital, KPN dan ZTE. Avanci membuat paten-paten itu tersedia hanya dengan satu lisensi bagi manufaktur IoT yang ingin memperluas konektivitas dalam rangkaian produknya.

“Kami sangat senang untuk berbagi teknologi yang telah kami patenkan melalui Avanci guna memperlancar lisensi paten untuk beberapa jenis aplikasi IoT dan mempercepat perkembangan Industri IoT,” ujar kata Alex Roger, President Qualcomm Technology, dalam rilisnya Selasa 20 September 2016.

“Di Qualcomm, kami telah mengembangkan teknologi nirkabel kami lebih dari sekadar mobile ke berbagai industri baru dalam ranah Internet of Things. Solusi teknologi kami membantu penyedia IoT di berbagai segmen pasar, mulai dari rumah ke mobil, kota ke wearables, dan mengubah definisi dengan menjadikan berbagai hal menjadi mungkin,” tambah Roger.

Dengan jutaan perangkat terkoneksi dengan internet tiap tahunnya, IoT memungkinkan lahirnya produk-produk baru dengan pertumbuhan yang tinggi. Mengingat banyaknya perusahaan manufaktur yang mencoba peruntungan di ranah IoT, sulit untuk memutuskan paten mana yang diperlukan dengan prakiraan harga yang pantas untuk mengadopsi konektivitas tertentu.

Avanci menyederhanakan proses ini dengan memberikan satu lisensi paten yang dimiliki berbagai perusahaan dengan harga yang wajar dapat diterima, dan tidak diskirminatif, biasa disebut FRAND.

Perusahaan akan mendapatkan harga flat-price yang transparan untuk tiap perangkat yang akan bervariasi sesuai dengan nilai teknologi yang dibawa ke perangkat tersebut.

“Sejak dimulai di April, kami telah menerima banyak sekali respons positif baik dari manufatur perangkat IoT maupun pemilik paten terhadap solusi lisensi terpadu ini. Avanci juga akan segera menambah jumlah perusahaan dalam marketplace ini di beberapa bulan ke depan,” kata Kasim Alfalahi, Founder and Chief Executive Officer Avanci.

“Jumlah perusahaan yang menggabungkan konektivitas dalam bisnis modelnya tengah berkembang pesat. Dengan memiliki akses secara efisien ke teknologi nirkabel utama dan dengan memanfaatkan jaringan global, perusahaan-perusahaan ini dapat mengurangi waktu untuk pemasaran dan berkembang lebih cepat,” ujar Gustav Bismark, Chief Intellectual Property Ericsson.

ERWIN Z

Berita terkait

Biden Soal Bentrok Mahasiswa Pro-Palestina: Boleh Protes, Asal Jangan Bikin Kekacauan

31 menit lalu

Biden Soal Bentrok Mahasiswa Pro-Palestina: Boleh Protes, Asal Jangan Bikin Kekacauan

Presiden AS Joe Biden mengkritik gelombang unjuk rasa pro-Palestina yang berlangsung di berbagai kampus di seluruh negeri.

Baca Selengkapnya

Demonstran Pro-Palestina dan Polisi Bentrok di Kampus AS, Ratusan Mahasiswa Ditangkap

3 jam lalu

Demonstran Pro-Palestina dan Polisi Bentrok di Kampus AS, Ratusan Mahasiswa Ditangkap

Unjuk rasa pro-Palestina di kampus Amerika Serikat berujung rusuh antara polisi dan demonstran.

Baca Selengkapnya

AS Akui Salah, Serangan Drone di Suriah Bukan Bunuh Pemimpin Al Qaeda Tapi Petani

3 jam lalu

AS Akui Salah, Serangan Drone di Suriah Bukan Bunuh Pemimpin Al Qaeda Tapi Petani

Amerika Serikat mengakui salah telah membunuh warga sipil saat menargetkan pemimpin Al Qaeda di Suriah dalam serangan drone.

Baca Selengkapnya

Berbeda dari Columbia, UC Berkeley Izinkan Mahasiswa Pro-Palestina Unjuk Rasa Damai

5 jam lalu

Berbeda dari Columbia, UC Berkeley Izinkan Mahasiswa Pro-Palestina Unjuk Rasa Damai

Protes mahasiswa pro-Palestina di Universitas California, Berkeley (UC Berkeley) berlangsung tanpa penangkapan oleh polisi.

Baca Selengkapnya

Mahasiswa Pro-Palestina dan Pro-Israel Bentrok di Kampus di AS, Ini Profil UCLA

14 jam lalu

Mahasiswa Pro-Palestina dan Pro-Israel Bentrok di Kampus di AS, Ini Profil UCLA

Profil kampus UCLA tempat bentrok demo mahasiswa pendukung alias Pro-Palestina dengan pendukung Israel

Baca Selengkapnya

Sejarah dan Arti Elemen-elemen dalam Bendera Korea Selatan

18 jam lalu

Sejarah dan Arti Elemen-elemen dalam Bendera Korea Selatan

Bendera Korea Selatan memuat arti tanah (latar putih), rakyat (lingkaran merah dan biru), dan pemerintah (empat rangkaian garis atau trigram hitam).

Baca Selengkapnya

Brown Jadi Universitas AS Pertama yang Pertimbangkan Divestasi dari Israel

20 jam lalu

Brown Jadi Universitas AS Pertama yang Pertimbangkan Divestasi dari Israel

Pengunjuk rasa pro-Palestina dan anti-Israel membersihkan perkemahan di kampus setelah mencapai kesepakatan dengan administrasi universitas Brown.

Baca Selengkapnya

Partai Demokrat AS Kirim Surat ke Joe Biden, Minta Cegah Serangan Israel di Rafah

22 jam lalu

Partai Demokrat AS Kirim Surat ke Joe Biden, Minta Cegah Serangan Israel di Rafah

Puluhan anggota Partai Demokrat AS menyurati pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mendesak mereka mencegah rencana serangan Israel di Rafah.

Baca Selengkapnya

5 Fakta Osama bin Laden, Pendiri Al-Qaeda yang Ditembak Mati AS pada 2 Mei 2011

22 jam lalu

5 Fakta Osama bin Laden, Pendiri Al-Qaeda yang Ditembak Mati AS pada 2 Mei 2011

Hari ini, 2 Mei 2011, Osama bin Laden ditembak mati oleh pasukan Amerika. Berikut fakta-fakta Osama bin Laden.

Baca Selengkapnya

Pastor di AS Kecanduan Gim Candy Crush hingga Curi Dana Gereja Rp 650 Juta

1 hari lalu

Pastor di AS Kecanduan Gim Candy Crush hingga Curi Dana Gereja Rp 650 Juta

Seorang pastor di Amerika Serikat menghabiskan dana gereja karena kecanduan game online Candy Crush.

Baca Selengkapnya