Ponsel Aman dari Kuman dengan Menggunakan PhoneSoap

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PhoneSoap, boks pembersih smartphone dengan inovasi sinar ultraviolet. Kredit: Mashable

    PhoneSoap, boks pembersih smartphone dengan inovasi sinar ultraviolet. Kredit: Mashable

    Jakarta - Kebiasaan menaruh ponsel di sembarang tempat bisa membuat perangkat itu menjadi sarang penyakit. Untuk membersihkan bakteri yang ada, kini hadir boks pembersih ponsel dengan inovasi sinar ultraviolet. Selain membersihkan, boks ini pun membuat baterai ponsel terisi penuh.

    Baca: Tips Teknologi: 4 Langkah Agar Baterai Ponsel Awet

    Karena fungsinya yang semakin penting, banyak orang yang menggunakan ponsel di segala kegiatannya seperti saat makan, minum, mandi dan lain sebagainya. Dampaknya, kuman dan bakteri yang menempel pada ponsel bisa lebih banyak dari toilet di tempat umum.

    Seorang ilmuwan bernama Dr. Susan Whittier, mengecek apa saja jenis bakteri tersebut dengan mengumpulkan 38 unit smartphone dari orang yang berbeda. Hasilnya cukup mencengangkan.

    Dilansir Business Insider, dari 38 smartphone yang diuji, 31,50 persen di antaranya memiliki 20 hingga 50 koloni bakteri. Dari semua smartphone tersebut, ada lima jenis bakteri yang sangat berisiko bagi kesehatan.

    “Ada 34 di antaranya terkontaminasi bakteri Bacillus dari lingkungan. Selain itu, bakteri kotor seperti E. Coli dan Klebsiella Pneumoniae juga berkumpul di smartphone ini,” kata Dr. Whittier.

    Bayangkan jika kuman sebanyak itu terus menempel pada ponsel kita. Maka dari itu, PhoneSoap ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menanggulangi penumpukan bakteri pada smartphone anda. Dengan bantuan sinar ultraviolet yang canggih, kuman-kuman yang aktif tersebut akan mati seketika.

    MASHABLE | SALMA HABIBAH NUR AINI

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.