CEO SpaceX, Elon Musk: Roket Bisa untuk Transportasi di Bumi

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elon Musk yang berumur 41 tahun ini adalah seorang pengusaha miliarder yang telah mendirikan sebuah perusahaan transportasi luar angkasa Amerika Serikat, SpaceX. luxatic.com

    Elon Musk yang berumur 41 tahun ini adalah seorang pengusaha miliarder yang telah mendirikan sebuah perusahaan transportasi luar angkasa Amerika Serikat, SpaceX. luxatic.com

    TEMPO.CO, Adelaide - CEO SpaceX, Elon Musk, mengusulkan untuk menggunakan roket yang biasa digunakan untuk meluncurkan misi antariksa sebagai teknologi transportasi berkecepatan tinggi di bumi. Dia beralasan roket bisa memangkas waktu perjalanan di bumi.

    "Perjalanan jarak jauh akan bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit," kata Musk di Kongres Astronotikal Internasional di Australia, Jumat, 29 September 2017.

    Musk mencontohkan roket yang dibuat SpaceX bisa mengantarkan penumpang dari New York, Amerika Serikat, ke Shanghai, Cina, hanya dalam waktu 39 menit. Waktu normal yang ditempuh dalam perjalanan udara nonstop biasanya 13 jam. Penerbangan London, Inggris, ke Dubai, yang normalnya memakan waktu 7 jam, hanya akan ditempuh selama 29 menit.

    Rencana tersebut merupakan ide yang Musk telah ungkapkan sejak September lalu di Meksiko, ketika dia meluncurkan skema besar untuk menjelajahi Mars. Dia merilis sebuah roket setinggi 348 kaki atau 106 meter yang dibuat SpaceX untuk meluncurkan dua misi kargo ke Mars pada 2022.

    Lalu, pada 2024 akan menyusul dua misi kargo lagi bersama dengan dua penerbangan awak kapal untuk menyediakan lebih banyak bahan bangunan. Perjalanan yang akan berlangsung selama enam bulan itu akan membawa sekitar 100 penumpang. Musk mengatakan bahwa, Koloni Mars tersebut akan tumbuh dan seiring berjalannya waktu akan menjadikannya tempat yang menyenangkan.

    Scott Hubbard, profesor astronomi di Stanford University yang juga mantan Direktur Pusat Penelitian Ames NASA, menyebut rencana roket Musk sebagai arsitektur transportasi yang berani.

    Adapun Mantan Kepala Teknologi NASA, Bobby Braun, yang sekarang menjabat sebagai Dekan Sekolah Tinggi Teknik dan Ilmu Terapan di University of Colorado, Boulder, melihat rencana Musk ini sebagai langkah yang benar dalam membangun teknologi yang telah ditunjukan SpaceX. "Dia sangat berani," ujarnya.

    Musk mengatakan wahana yang digunakan untuk perjalanan ke bulan dan Mars berbentuk panjang dan silinder dengan sayap yang mirip pesawat kecil. Wahana megaroket ini dapat digunakan untuk membangun pemukiman lunar (bulan) dan membuat sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Mars.

    Baca: Barat Kecam Peluncuran Roket Iran

    Simak artikel menarik lainnya dari CEO SpaceX, Elon Musk, dan pengembangan roket terbaru hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    OMAHA | ZUL’AINI FI’ID N.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.