Rabu, 19 September 2018

Ilmuwan Temukan Tulisan Arab Allah di Kostum Kuburan Viking

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilmuwan menemukan tulisan Arab Allah di pita kostum penguburan di kuburan Viking. Kredit: Annika Larsson/Daily Mail

    Ilmuwan menemukan tulisan Arab Allah di pita kostum penguburan di kuburan Viking. Kredit: Annika Larsson/Daily Mail

    TEMPO.CO, Stockholm - Ilmuwan menemukan kostum penguburan dari kuburan Viking telah memberikan lebih banyak bukti kontak antara suku Nordik dan Islam kuno.

    Studi tentang pakaian yang ditemukan di kuburan abad 9 dan 10 itu, telah mengungkapkan adanya tulisan Arab dari Allah.

    Ilmuwan: Ilmuwan Sebut Kehidupan di Bumi Bermula dari Meteorit 

    Kehadiran artefak Islam di lokasi Viking pernah dijelaskan sebagai bukti penjarahan dan perdagangan, namun temuan baru terus mengungkapkan hubungan yang lebih erat antara budaya tersebut.

    Ilmuwan percaya penemuan terbaru menunjukkan kemiripan antara pandangan Viking dan Muslim tentang kehidupan akhirat.

    Pakar dari Universitas Uppsala di Swedia membuat penemuan tersebut setelah berupaya menciptakan kembali pola tekstil yang ditemukan di pita anyaman Viking.

    Mereka menemukan bahwa benda-benda itu, yang digunakan sebagai inspirasi untuk pameran Viking Couture di Museum Enköping, berisi karakter Kufik, bukan pola Viking tradisional seperti yang telah diasumsikan.

    Seperti halnya Allah, Ali, sepupu dan menantu Muhammad, Nabi Islam, juga disebutkan dalam teks.

    Tulisan kaligrafi Kufic Allah (kiri) dan baraka Muhammad yang menjadi inspirasi tulisan di pita penguburan Viking. Kredit: Annika Larsson/Daily Mail

    Karakter Kufik biasanya ditemukan pada Era Viking pada mosaik di monumen pemakaman dan mausoleum, terutama di Asia Tengah.

    Teks serupa ditemukan di pita tenunan, yang merupakan bagian dari kostum kuburan yang terbongkar di situs seperti Birka di Mälardalen dan di kuburan kapal di daerah Gamla Uppsala.

    Annika Larsson, peneliti arkeologi tekstil di Departemen Arkeologi dan Sejarah Kuno di Universitas Uppsala, mengatakan: "Ini adalah sesuatu yang mengejutkan bahwa pita-pita, seperti kostumnya, dibuat di sebelah barat jantung Muslim.

    "Agaknya, kebiasaan pemakaman Era Viking dipengaruhi oleh Islam dan gagasan tentang kehidupan kekal di surga setelah kematian," ujarnya.

    Dalam penelitiannya sebelumnya, Larsson melihat kemunculan sutra Timur di kuburan Era Viking Skandinavia.

    Di kuburan kapal Valsgärde, tepat di sebelah utara situs Zaman Besi awal Gamla Uppsala, sutra ditemukan dalam pakaian orang-orang yang dikuburkan jauh lebih sering daripada kain wol dan linen.

    Analisis bahan, teknik dan desain tenun menyarankan asalnya dari Persia dan Asia Tengah kuno.

    "Benda-benda kubur seperti pakaian yang indah, dijahit halus dengan kain eksotis, hampir tidak mencerminkan kehidupan sehari-hari almarhum," tambahnya.

    "Benda kubur yang kaya material agaknya dipandang sebagai ungkapan nyata dari nilai-nilai yang mendasarinya. Di dalam Al-Quran, ada tertulis bahwa penghuni surga akan mengenakan pakaian sutra. Prasasti pita teks itu bisa menjelaskan kemunculan sutra di kuburan Era Viking. Temuan ini sama lazimnya di kuburan laki-laki dan perempuan."

    Ini bukan pertama kalinya sebuah artefak Viking yang memiliki hubungan dengan Islam telah digali.

    Sebuah cincin, dibuat lebih dari 1.000 tahun yang lalu, mengkonfirmasi kontak antara bangsa Viking dan dunia Muslim kuno. Ditemukan di Swedia pada tahun 2015, prasasti Arab kuno itu bertuliskan 'untuk Allah' atau 'kepada Allah'.

    Temuan cincin berusia 1.000 tahun yang bertuliskan Allah di Swedia pada 2015 mengkonfirmasi hubungan antara Viking dan dunia Islam. Kredit: Christer Ahlin/The Swedish History Museum

    Baca: Ilmuwan Temukan Bukti Kehidupan 3,95 Miliar Tahun di Bumi

    Ilmuwan Annika Larsson dan rekan-rekannya mendapat respons positif dari kalangan akademisi.

    DAILY MAIL | ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.