Selasa, 23 Oktober 2018

Cina Bikin Sistem Kecerdasan Buatan Ini untuk Pantau Warganya

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknologi Face ID berbasis kercerdasan buatan. (cnet.com)

    Teknologi Face ID berbasis kercerdasan buatan. (cnet.com)

    TEMPO.CO, Shanghai - Tak bisa dipungkiri bahwa Cina berhasil menjadi negara maju dalam bidang teknologi, termasuk kecerdasan buatan. Keberhasilan ini tidak hanya tidak hanya terlihat dari banyaknya perusahaan berbasis teknologi modern, tapi juga dengan menggunakan teknologi tersebut dalam memantau masyarakatnya.

    Seperti dilansir laman Thenextweb, Cina memiliki pandangan yang ambisius mengenai pencapaian teknologi negara tersebut. Pencapaian itu adalah mengembangkan sistem kecerdasan buatan pengenalan wajah untuk mengidentifikasi secara visual kepada seluruh 1,3 miliar warganya.

    Baca: Ahli Teknologi Ini Bikin Agama Baru Bertuhankan Kecerdasan Buatan

    South China Morning Post mencatat, bahwa proyek tersebut telah berjalan sejak 2015. Kementerian Keamanan Publik Cina telah menugaskan sebuah perusahaan keamanan yang berbasis di Shanghai, Isvision, untuk membangun sistem dan database. Tujuannya adalah untuk menggunakan jaringan kamera di seluruh negeri untuk mengidentifikasi wajah orang dalam waktu tiga detik dengan tingkat akurasi 88 persen atau lebih tinggi.

    Sistem pengenalan wajah skala kecil telah dikembangkan dan diterapkan di negara ini. Teknologi ini dipakai untuk mengetahui lokasi orang-orang yang dicurigai oleh pemerintah dan polisi karena melakukan tindak pidana. Sistem berbasis komputasi awan ini dapat membantu pemerintah menghubungkan kamera di seluruh negeri dengan sinyal lalu lintas, stasiun kereta bawah tanah, dan pusat kota untuk melacak pergerakan dan aktivitas masyarakat.

    Baca: Elon Musk dan Mark Zuckerberg Berselisih Soal Kecerdasan Buatan

    Cina mungkin menegaskan bahwa sistem ini diciptakan untuk keamanan dan pencegahan kejahatan. Namun, dapat dipastikan bahwa sistem ini akan memberikan efek negatif kepada media nasional. Tahun ini, Cina menempati urutan terendah yakni ke-176 dari 180 negara yang tercantum dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia.

    Penting untuk dicatat bahwa database yang berisi informasi warga negara yang begitu besar juga akan menjadi sasaran empuk bagi para hacker. Mengingat bahwa sistem akan berjalan di atas komputerisasi awan atau cloud, itu pasti akan menarik perhatian yang tidak diinginkan dari calon penyerang.

    Penggunaan sistem ini membuat masyarakat Cina harus segera mengucapkan selamat tinggal kepada privasi mereka. Pemerintah yang bisa melacak pergerakan warga akan bisa mendikte tindakan mereka secara kuat.

    Baca: Google dan MIT Bikin Kecerdasan Buatan Fotografi

    Simak artikel menarik lainnya tentang kecerdasan buatan hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    THENEXTWEB | RENDRAWATI | AMB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.