Setelah WannaCry, Ransomware Bad Rabbit Serang Rusia dan Eropa

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Program malware ransomware wannaCRY yang menyerang komputer secera masal di 99 negara. .kominfo.go.i

    Program malware ransomware wannaCRY yang menyerang komputer secera masal di 99 negara. .kominfo.go.i

    TEMPO.CO, Moskow - Sebuah ransomware baru bernama Bad Rabbit, hari ini melakukan rentetan penyerangan dengan target Rusia, Ukraina, Turki dan Jerman. Kaspersky Labs mengatakan setidaknya ada 200 korban dari ransomware ini.

    Baca: Penjinak Ransomware WannaCry Ditahan FBI

    Beberapa perusahaan keamanan cyber menyatakan ransomware ini menyebar melalui pembaruan Adobe Flash palsu. Sejauh ini perusahaan media di Rusia Interfax dan Fontaka.ru dilaporkan telah menjadi korban dari virus tersebut.

    Virus itu dikabarkan juga telah menyerang Bandara Odessa di Ukraina, kereta bawah tanah Kiev dan Kementerian Infrastruktur Ukraina. Meskipun belum bisa dipastikan apakah serangan itu benar-benar dari Bad Rabbit atau ransomware lain.

    Saat komputer terinfeksi ransomware ini, pengguna akan dialihkan pada sebuah situs yang berisi permintaan tebusan senilai 0.05 Bitcoin atau senilai Rp 3,7 juta untuk mendapat akses pada data di komputer tesebut. Mereka akan diberikan waktu 40 jam untuk melakukan pembayaran sebelum harga naik secara otomatis, sesuai dengan perhitungan di situs tersebut.

    Kaspersky Labs belum dapat memastikan apakah ransomware ini berkaitan dengan NotPetya, virus komputer yang sempat menyebar di awal tahun ini. Namun keduanya memiliki metode yang mirip. 

    ESET, sebuah perusahaan keamanan cyber asal Republik Ceko, menyatakan bahwa seperti NotPetya, Bad Rabbit merupakan salah satu jenis Petya Ransomware.

    Baca: Peretas Cairkan Rp 1,9 M dari Bitcoin Hasil Serangan WannaCry

    Petya, NotPetya dan WannaCry meyerang berbagai negara di dunia pada awal tahun lalu. Hingga kini tidak diketahui siapa pihak yang berada di balik serangan ransomware Bad Rabbit ini.

    ENGADGET l KISTIN SEPTIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.