Ini 5 Temuan Unik Dunia Sains Pekan Lalu

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi unicorn. (wikipedia.org)

    Ilustrasi unicorn. (wikipedia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia sains semakin berkembang dengan berbagai macam penemuan unik. Peneliti dewasa ini semakin giat melakukan penelitian dan berhasil menemukan berbagai penemuan unik dan mengagumkan. Berikut ini Tempo.co telah merangkum lima penemuan unik pekan lalu.

    1. Fosil Unicorn

    Elasmotherium sibiricum, mamalia yang disebut sebagai unicorn zaman purba. (wikipedia.org)

    Beberapa ilmuwan gabungan dari Kazakhstan dan Rusia menemukan fosil hewan purba yang memilki tanduk di dahinya menyerupai unicorn. Hewan bernama Elasmotherium sibiricum ini diperkirakan hidup sekitar 350 ribu tahun yang lalu.

    Berdasarkan keterangan para peneliti yang menemukan fosil tersebut di Siberia, penampilan unicorn purba itu tidak seperti penampilan yang selama ini diceritakan dalam kisah-kisah mitologi. Hewan ini lebih menyerupai badak dari pada seekor kuda. Badannya lebih gempal dan berbulu lebat. Meski tidak ditemukan fosil berupa tanduk, namun dipetkirakan cula hewan tersebut dapat tumbuh hingga mencapai satu meter.

    Baca: Video Penalti Unik Ini Viral dan Menghebohkan Dunia Maya

    2. Comet C/2017 U1

    Komet C/2017 K2 (PANSTARRS). (youtube.com)

    Pekan lalu, astronom menemukan sebuah komet yang diduga menjadi komet pertama dari luar sistem tata surya. Komet yang dinamai C/2017 U1 muncul dari arah Konstalasi Lyra dan masuk hampir tegak lurus dengan bidang orbit tata surya dengan jarak 24 juta kilometer dari bumi, atau setara dengan setengah jarak bumi ke mars.

    Arah orbit yang menyimpang inilah yang menyebabkan para astronom percaya komet tersebut berasal dari sistem lain di luar tata surya.

    Baca: Berita Sains Hari Ini: Perempuan Lebih Banyak Mendengkur

    3. Jejak Dinosaurus Karnifora Super Besar

    Jejak dinosaurus ini, berukuran panjang 57 cm dan lebar 50 cm, termasuk karnivora terbesar yang pernah ada di Afrika. Kredit: University of Manchester.jpg

    Ahli Paleontologi menemukan sepasang jejak kaki yang diperkirakan berusia 200 juta tahun di Afrika. Sepasang jejak kaki tersebut diduguga milik salah satu jenis dinosaurus pemakan daging berukuran besar yang hidup di era Jurassic Awal.

    Jejak kaki atau jejak cakar ini memiliki ukuran panjang 57x50 sentimeter. Jejak yang menyerupai burung kenari tersebut menjadi jejak terbesar yang pernah ditemukan di Afrika. Berdasarkan bentuk tersebut, dinosaurus ini diperkirakan termasuk dalam jenis Theropoda.

    Dilihat dari ukuran kakinya, para peneliti memperkirakan bahwa spesies baru dengan nama Kayentapus ambrokholohali tersebut memiliki panjang sekitar 9 meter dengan tinggi pinggul 3 meter. Ukuran itu berarti dua kali lebih besar dari ukuran rata-rata Therapoda.

    Baca: Ada yang Unik dari Sindrom Putri Tidur, Simak Kata Dokter

    4. Bintang Kronos dan Krios

    Ilustrasi bintang mirip matahari, Kronos, yang diduga melahap 15 planet berbatu seukuran Bumi. Kredit: NASA/JPL-Caltech/R. Hurt

    Sebuah hasil penelitian terbaru mengungkapkan sepasang bintang biner atau sistem bintang ganda yang telah melahap 15 planet sebesar bumi. Dua bintang tersebut dinamai Kronos dan Krios.

    Kedua bintang tersebut diperkirakan telah berusia 4 miliar tahun dan merupakn tipe G kuning mirip matahari dengan usia yang sedikit lebih muda. Keduanya berada sekitar 350 tahun cahaya dari bumi.

    Baca: Teori Konspirasi Sains: Kiamat Akan Terjadi Oktober 2017

    5. Penyebab Runtuhnya Mesir Kuno

    Suasana kawasan wisata Piramida Agung Giza, Mesir, 24 Mei 2017. Piramida menjadi etalase kekayaan budaya dan peradaban Mesir kuno yang berlangsung sejak 3.000 tahun SM. Piramida merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Pesona Piramida merupakan andalan pariwisata Mesir, yang menjadi magnet untuk menggaet wisatawan dari seluruh dunia. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    Sebuah studi terbaru menunjukkan bagaimana peradaban mesir kuno runtuh. Studi tersebut menunjukkan bahwa kehancuran peradaban kuno itu dikarenakan stres sosial yang merupakan dampak dari bencana alam berupa perubahan cuaca dan gunung meletus.

    Menurut Joseph Manning, penulis utam dalam studi tersebut, orang-orang Mesir Kuno hampir bergantung secara eksklusif pada banjir dari sungai Nil yang terjadi karena hujan di musim panas di Afrika Timur untuk menanam tanaman mereka.

    Di tahun-tahun yang dipengaruhi oleh letusan gunung berapi, banjir bandang menjadi berkurang, menyebabkan tekanan sosial yang bisa memicu kerusuhan dan memiliki konsekuensi politik dan ekonomi lainnya.

    Baca: Berita Sains Terbaru: Planet Neraka Ditemukan

    Simak artikel sains dan temuan unik menarik lainnya hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    KISTIN SEPTIYANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.