Senin, 10 Desember 2018

Ambergris, Muntahan Paus: Begini Cara Mengenalinya

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ambergris atau muntahan paus. Wikipedia.org

    Ilustrasi ambergris atau muntahan paus. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Bengkulu - Peneliti ilmu kelautan dari Universitas Bengkulu, Dewi Purnama, mengungkapkan benda-benda yang ditemukan nelayan asal Bengkulu bernama Sukadi adalah ambergris alias muntahan paus. Menurut dia, sampelnya pernah dibawa ke Universitas Bengkulu.

    "Dari bau dan sifatnya yang mudah terbakar hipotesis sementara diindikasikan itu ambergris Paus," kata Dewi saat dihubungi, Selasa, 14 November 2017. Namun, kata Dewi, untuk memastikannya perlu dilakukan penelitan di laboratorium. Sementara ini pihaknya belum memiliki alat untuk itu.

    Zamdial, rekan Dewi di Universitas Bengkulu yang juga peneliti ilmu kelautan, mengatakan ambergris bisa dibedakan dari aroma. Menurut dia, aroma yang dikeluarkan ambergris seperti aroma musk alias kesturi.

    Aroma kesturi sebetulnya adalah aroma tubuh yang dikeluarkan dari sejenis kijang jantan. Namun, aroma white musk yang kerap dikenal selama ini berasal dari tumbuhan Angelica yang banyak tumbuh di dataran Eropa.

    "Saat dikeluarkan memang baunya busuk dan berwarna hitam," kata Zamdial. "Namun setelah melewati proses dalam jangka waktu tertentu, warnanya akan berubah menjadi coklat kemudian putih kekuningan dan aromanya berubah menjadi aroma musk."

    Ambergris biasanya dipakai untuk zat pengawet parfum. Saking langkanya, harganya sangat mahal. Seperti diketahui nelayan asal Provinsi Bengkulu, Sukadi, menemukan benda-benda terapung di tengah samudera hindia yang diduga ambergis Paus pada 2 November lalu.

    Belakangan baru diketahui jika benda-benda tersebut memiliki nilai tinggi, karena dapat menjadi bahan pengawet parfum.

    Simak artikel menarik lainnya tentang ambergris, muntahan paus, hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.