Senin, 10 Desember 2018

Peneliti: Apple Watch Akurat Deteksi Hipertensi dan Sleep Apnea

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Apple Watch. REUTERS/Robert Galbraith

    Apple Watch. REUTERS/Robert Galbraith

    TEMPO.CO, San Francisco - Para peneliti yang mempelajari implikasi kesehatan untuk perangkat wearable modern telah mendapati gadget usang seperti Apple Watch dan Fitbit dapat digunakan untuk mendeteksi hipertensi dan sleep apnea secara akurat.

    Baca: Berita Teknologi: Penjualan Apple Watch Kalahkan Rolex

    Penelitian tersebut mengklaim bahwa data dari sensor denyut jantung wearable tersebut, bila dikombinasikan dengan algoritma pembelajaran mesin, dapat mengungkap pola tersembunyi yang memprediksi apakah seseorang berisiko terhadap masalah kesehatan tertentu.

    Penelitian ini dilakukan oleh startup kesehatan Cardiogram dan UCSF dan diikuti lebih dari 6.000 orang, beberapa di antaranya telah terdiagnosis hipertensi dan sleep apnea.

    Secara lebih luas, penelitian ini bertujuan untuk memacu pengembangan bisnis seputar penggunaan wearable dalam pengobatan pencegahan.

    "Bagaimana jika kita bisa mengubah wearable yang telah dimiliki - Apple Watches, Android Wears, Garmin, dan Fitbits - menjadi alat skrining sehari-hari menggunakan kecerdasan buatan?" tulis pendiri Cardiogram Brandon Ballinger dalam sebuah pernyataan.

    Dengan kepedulian kesehatan diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pasar wearable, raksasa teknologi sangat tertarik untuk mengembangkan sistem yang dapat memperluas pemakaian wearable di pasar layanan kesehatan yang lebih luas.

    Baca: Fungsi Baru Apple Watch: Pantau Olahraga dan Pesan Pizza

    Apple telah secara proaktif menjalankan aplikasi perawatan kesehatan untuk sistem operasinya dan Apple Watch, dan telah mengajukan paten untuk teknologi wearable terkait kesehatan seperti sensor pendeteksi darurat. Apple juga terlibat dalam studi detak jantung dalam kemitraan dengan Stanford University.

    ZDNET | ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.