Senin, 10 Desember 2018

Muhammadiyah Bikin Aplikasi Gaya Hidup Halal, Muvon

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Project Direktor Muvon, Khaerullah

    Project Direktor Muvon, Khaerullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai muslim tentu merasa nyaman dan aman ketika berada di lokasi, restoran, serta lingkungan yang halal. Apalagi zaman sekarang sepertinya sudah mulai rancu, mana yang halal dan mana yang haram. Supaya tidak bingung untuk mengetahui mana yang halal dan haram, Muhammadiyah memperkenalkan Muvon, sebuah aplikasi gaya hidup halal.

    Baca juga:
    Aplikasi Alat Seks Diam-diam Merekam Pengguna
    6 Aplikasi Pemutar Musik Terpopuler untuk Android

    Project Direktor MUVON, Khaerullah mengatakan tujuan pembuatan aplikasi ini ingin meningkatkan taraf hidup umat dengan landasan ekonomi syariah. "Ada media alternatif pilihan umat Islam di dunia digital yang memberikan manfaat dan menebar kebaikan untuk seluruh umat," kata Khaerullah di Gedung Muhammadiyah, Menteng. Muvon dikembangkan berdasarkan kerja sama antara TV Muhammadiyah dengan Digital Media Corp dan Digital Creative Asia.

    Muvon yang merupakan pelafalan untuk kata move on, bagi Khaerullah, diartikan sebagai kebangkitan Muhammadiyah. Dia mengharapkan tiga hal dari penggunaan aplikasi Muvon, yakni terbentuk ekosistem gaya hidup halal, pemberdayaan ekonomi syariah, dan pengembangan kemampuan umat Islam di bidang digitalisasi, informasi, dan media.

    Aplikasi muvon.

    Pada aplikasi Muvon terdapat beberapa fitur, di antaranya pencarian masjid, sekolah muslim, rumah sakit muslim, dan panti asuhan. Ada pula informasi lain yang tak kalah penting, yakni PasarMU berupa layanan jual beli produk halal, fitur pembayaran tagihan listrik, air, pulsa, dan lainnya.

    Bagi anak muda yang masih mencari pekerjaan, ada menu JobMU di Muvon yang berisi informasi lowongan pekerjaan yang halal. Ada juga fitur BillMu, KoperasiMu, CJMu, LazisMu, serta KeluargaMu. Muvon dapat diunduh di Playstore dalam bentuk beta (uji coba) dan bisa dinikmati pengguna dengan versi komplit pada akhir Februari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.