Senin, 10 Desember 2018

3 Al-Quran Kuno Ditemukan di Masjid Umar bin Khattab, Yerusallem

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga manuskrip Al-Quran kuno yang ditemukan di Masjid Omar bin Khatab di Jerusalem. (www.thenews.com.pk)

    Tiga manuskrip Al-Quran kuno yang ditemukan di Masjid Omar bin Khatab di Jerusalem. (www.thenews.com.pk)

    TEMPO.CO, Yerusalem - Tiga manuskrip Al-Quran kuno yang berasal dari zaman Sultan Abdulhamid II ditemukan di Masjid Umar bin Khattab, Yerusalem. Sultan Abdulhamid II merupakan Raja Utsmaniyah ke-34 yang memerintah pada 1842-1918

    Adalah Said Azim, muazin masjid, yang menemukan ketiga manuskrip tersebut ketika memeriksa koleksi Al-Quran di masjid yang direnovasi dua bulan lalu itu. Masjid Umar adalah salah satu masjid yang berdiri di Kota Lama Yerusalem. Letak masjid ini berada di sebelah selatan Gereja Makam Kudus dan berada di Wilayah Kristen di Yerusalem.

    Masjid yang terletak di Kota Tayibe itu dibangun pada masa kekuasaan Dinasti Ayyubiyah pada abad ke-12 untuk mengenang pengambilalihan kepemimpinan Yerusalem pada masa Khalifah Umar bin Khaththab. Pada 638 Masehi, setelah beberapa tahun wafatnya Nabi Muhammad, tentara Islam mengepung Kota Lama Yerusalem.

    Patriark Gereja Makam Kudus, Sophronius, menyerahkan kota itu setelah kepungan yang singkat. Hanya terdapat satu syarat yaitu pembicaraan mengenai penyerahan itu harus dilakukan Umar sendiri, khalifah kedua umat Islam.

    Sebelumnya, manuskrip ini tidak disadari keberadaannya selama bertahun-tahun. Dalam kata pengantar tertulis bahwa Al-Quran tersebut dibuat pada 1309 Hijriah atau pada 1887 Masehi. Penulisnya adalah Seyyid Mustafa Nazif Efendi. "Kami berencana memamerkan ketiga Al-Quran ini ke jemaah," kata Azim.

    Simak artikel menarik lainnya tentang Al-Quran Kuno dan Masjid Ummar bin Khattab di Yerusalem hanya di Tempo.co.

    DAILY SABAH.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.