Selasa, 21 Agustus 2018

Salju Turun di Gurun Sahara, Unik tapi Bukan yang Pertama Kali

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan melihat salju yang menutupi sebagian Gurun Sahara di Kota Ain Sefra di Aljazair. Salju menutupi bukit pasir merah ini merupakan kejadian yang sudah ketiga kalinya dalam 37 tahun. Zineddine Hashas/Geoff Robinson

    Wisatawan melihat salju yang menutupi sebagian Gurun Sahara di Kota Ain Sefra di Aljazair. Salju menutupi bukit pasir merah ini merupakan kejadian yang sudah ketiga kalinya dalam 37 tahun. Zineddine Hashas/Geoff Robinson

    TEMPO.CO, Jakarta - Salju turun di Gurun Sahara menyelimuti bukit-bukit pasir menumpuk setinggi 40 sentimeter. Salju mulai jatuh di kota Aljazair Ain Sefra pada Minggu dini hari, yang membuat anak-anak berseluncur menuruni lereng.

    Fenomena turunnya salju di Sahara itu bukan yang pertama kali. Salju itu adalah yang ketiga dalam 40 tahun terakhir yang turun di tempat yang terkenal dengan “Gerbang Gurun” itu.

    Warga melihat fenomena saat salju menutupi sebagian Gurun Sahara di Kota Ain Sefra di Aljazair. Ain Sefra dikenal sebagai "pintu gerbang ke padang pasir" yang memiliki ketinggian suhu rata-rata 99,7 derajat Fahrenheit selama bulan Juli. Kondisi ini membuat penduduk setempat lebih terbiasa mengelola panas yang ekstrem daripada salju. Zineddine Hashas/Geoff Robinson

    Pada Desember 2016, salju turun di tempat yang sama, menetap selama satu hari. Salju kembali turun pada 2017 di tempat yang sama. Jauh sebelumnya, pada 1979, terjadi badai salju yang berlangsung selama setengah jam dan menghentikan lalu lintas.

    “Jatuhnya salju di Sahara adalah tidak biasa tapi pernah terjadi sebelumnya," kata juru bicara Met Office (Lembaga peramal cuaca di Inggris) kepada The Independent.

    Ia melihat foto salju itu diambil di wilayah utara Sahara, menuju wilayah Atlas. "Jadi tidak mengherankan jika daerah itu akan melihat salju jika kondisinya benar,” tambahnya.

    Salju menutupi sebagian Gurun Sahara di Kota Ain Sefra di Aljazair. Salju setebal 16 inci (40 sentimeter) jatuh ke Gurun Sahara setelah badai musim dingin yang aneh menghantam daerah tersebut pada Minggu, 7 Januari 2018. Zineddine Hashas/Geoff Robinson

    "Dengan kondisi di Eropa saat ini, yang memberi kita cuaca dingin selama akhir pekan, dorongan udara dingin ke wilayah itu dan semacam kelembaban akan membawa salju itu,” kata juru bicara itu lagi.

    Ain Sefra, salah satu daerah di Gurun Sahara yang didirikan pada 1881 sebagai kota garnisun Prancis, melihat suhu rata-rata di atas 37 derajat Celcius di musim panas dan telah mencapai rekor terendah -10,2C di musim dingin. Demikian dilaprokan Independent.co.uk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.