Senin, 20 Agustus 2018

Ledakan Misterius di Galaksi Ini Menarik Perhatian Pemburu Alien

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alien Super Canggih itu Tak Ada

    Alien Super Canggih itu Tak Ada

    TEMPO.CO, Washington, D.C. - Munculnya fast radio burst (FRB) atau semburan radio cepat mengundang perhatian pemburu alien. Semburan yang berasal dari galaksi kerdil ini mungkin berasal dari sinyal kehidupan asing di antariksa.

    Pada 2016 para ilmuwan mulai mengamati objek FRB yang kemudian dikenal sebagai FRB 121102. Para ilmuan belum mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya FRB 121102. Peneliti dari Departemen Astronomi Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat, Vishal Gajjar menjelaskan bahwa FRB 121102 memiliki kemungkinan berasal dari kehidupan cerdas luar angkasa.

    "Sejauh ini, saya berfikir ada kemungkinan kecil bahwa FRB 121102 ini berasal dari kecerdasan luar angkasa," kata dia, seperi dilansir laman Space, Kamis, 11 Januari 2018.

    Baca: Kapan Alien Ditemukan? Ini Prediksi NASA

    Alasan utama Gajjar adalah objek itu berada di galaksi kerdil sekitar 3 miliar tahun cahaya dari bumi. Satu tahun cahaya sama dengan 9,5 triliun kilometer. Gajjar juga menjelaskan bahwa peradaban itu akan mencoba menghubungi peradaban lain dan tidak akan sulit menciptakan sinyal yang begitu kuat.

    Gelombang radio FRB 121102 membutuhkan waktu 2 miliar tahun cahaya untuk mencapai bumi, peradaban yang mengirim pesan tersebut akan mati dan hilang pada saat menerima balasan. Gajjar mengatakan Breakthrough Listen yang merupakan program basis sains untuk mencari komunikasi luar angkasa tertarik dengan fenomena FRB 121102.

    "Breakthrough Listen juga tertarik untuk menyelidiki fenomena yang tidak dapat dijelaskan di alam semesta, bahkan jika fenomena tersebut terjadi secara alami," ujar Gajjar. Breakthrough Listen adalah tim ilmuwan yang dipimpin fisikawan terkemuka Stephen Hawking.

    Baca: 7 Situs Wisata Kuno yang Diduga Dibuat oleh Alien

    Berdasarkan pernyataan dari Universitas California, Berkeley, satu-satunya tempat yang dikenal di alam semesta dengan medan magnet kuat seperti berada di sekitar lubang hitam besar adalah cahaya terpolarisasi yang berasal dari FRB 121102.

    "Ada alasan lain untuk menduga bahwa sinyalnya alami dan bukan buatan, lingkungan dengan medan magnet yang kuat seperti itu tidak dapat dihuni, karena kondisi ekstrem bisa terjadi," kata Gajjar. Polarisasi cahaya dari FRB 121102 juga diamati oleh sekelompok ilmuwan dengan menggunakan Teleskop William E. Gordon di Observatorium Arecibo di Puerto Riko dan Teleskop Green Bank di West Virginia, Amesika Serikat.

    Menurut Gajjar, sistem di observatorium itu menggunakan sistem komputasi masif yang terdiri dari 32 node komputasi, masing-masing mengambil 1 gigabita data per detik. Kecepatan tersebut sama dengan mengunduh 18 ribu DVD dalam satu jam. Dengan komputasi yang besar bisa memungkinkan para periset untuk menangkap berbagai frekuensi radio secara bersamaan, memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang FRB 121102.

    Baca: Apa Kata BJ Habibie Soal Alien dan Teori Bumi Datar?

    Simak artikel menarik lain tentang alien hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    SPACE.COM | UNIVERSITY OF BERKELEY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018