Senin, 20 Agustus 2018

Tim Ilmuwan Ini Coba Ungkap Teka-teki Otak, Hasilnya...

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diagram fungsi otak manusia. sciencephoto.com

    Diagram fungsi otak manusia. sciencephoto.com

    TEMPO.CO, California - Ilmuwan di University of California, Los Angeles, mencoba membongkar teka-teki otak. Tak dipungkiri lagi kalau otak adalah superkomputer bagi makhluk hidup. Kemampuannya membuat grafik geografis ternyata lebih rinci dan akurat ketimbang apa pun yang ditemukan dalam Google Maps.

    "Kemampuan sel otak membuat peta ruang telah mempesona para ilmuwan sejak beberapa dekade," kata tim peneliti, seperti dilansir laman Science Daily.

    Baca: Ilmuwan Ini Berhasil Menangkap Pelangi: Simak Kisahnya

    Tim tersebut mengadakan penelitian untuk mengetahui bagaimana otak belajar dan merekam kenangan. Mereka menjelaskan bahwa, di balik keputusan ke mana akan pergi, setiap sel otak bekerja keras membuat peta dunia luar yang memungkinkan kita menentukan arah dan mengingat lokasi.

    Nah, sel individual otak akan terpantik setiap kita melangkahkan kaki keluar dari pintu rumah. Saat menuju kendaraan melewati taman dengan aroma mawar, sel neuron lain akan menyala. Begitu seterusnya sampai ke tempat tujuan.

    Selama ini para ilmuwan mengetahui beberapa jenis rangsangan mempengaruhi munculnya sel "peta" pada otak. Termasuk isyarat visual dalam lingkungan fisik, misalnya, melewati semak dan menyeberang jalan.

    Baca: Otak Korslet, Penyebab Perilaku Psikopat

    Rangsangan juga memicu kinerja sel otak yang menuntunnya seberapa cepat tubuh bergerak dan mendeteksi hal lain, seperti bau. "Namun kelompok neuron mana yang menggabungkan berbagai rangsangan untuk membuat peta yang tepat, masih misterius," ujar tim peneliti.

    Untuk memecahkan teka-teki ini, tim ahli neurologi menciptakan semacam lingkungan maya pada tikus. Mereka menemukan bahwa ketika isyarat tertentu dihapus, sel otak yang biasanya meletup aktif setiap kali tikus melewati area tertentu di dunia nyata, ternyata tetap mencatat perubahan posisi setiap kali tikus bergerak. "Otak tikus mempertahankan pola ritme tunggal yang mantap," ucap mereka.

    Baca: Ilmuwan Teliti Misteri Yeti Lewat DNA, Hasilnya?

    Simak kisah menarik ilmuwan lainnya dan hasil riset menarik lainnya tentang otak hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    SCIENCEDAILY | AMB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018