Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ini Cara Asyik CTC Jaga Terumbu Karang di Indonesia

image-gnews
Logo Coral Triangle Center. (coraltrianglecenter.org)
Logo Coral Triangle Center. (coraltrianglecenter.org)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Coral Triangle Center (CTC), Rili Djohani, menyebutkan saat ini kondisi bawah laut Indonesia, termasuk terumbu karang, sudah 85 persen mengalami kerusakan. "Nah, CTC dibentuk untuk memperbaiki hal itu," ujarnya saat mengunjungi Tempo, Kamis, 18 Januari 2018. CTC oraganisasi nirlaba yang berkantor pusat di Bali dengan fokus konservasi kawasan laut dan tergabung di dalam pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

Rili menjelaskan, CTC memiliki beberapa fokus program untuk menjaga ekosistem laut di Indonesia seperti memberikan pelatihan perlindungan kawasan laut dan membuat kegiatan konservasi di lapangan melalui situs-situs pembelajaran.

"Sampai dengan saat ini kami sudah memberikan pelatihan kepada kurang lebih 3.000 orang yang meliputi masyarakat lokal dan pemerintah daerah," kata Rili yang besar di Belanda.

Baca: 3 Hotel Bawah Laut, Bermalam Bersama Terumbu Karang

Selain itu, CTC merancang sebuah wahana Escape Room SOS from the Deep bertemakan konservasi laut. Wahana tersebut diperuntukkan bagi semua kalangan dengan minimum usia 14 tahun. Rili berharap wahana teka-teki yang diresmikan pada 14 Desember 2017 ini bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk menjaga laut, sumber daya alam penting bagi kehidupan manusia.

"Dan seluruh pendapatan dari Escape Room ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan konservasi laut di Indonesia," ujar Rili.

Rili juga memberikan program lain yang dibuat seasyik mungkin untuk memberikan pesan tentang pentingnya manjaga ekosistem laut. "Di Bali juga kita bangun pusat pelestarian laut yang memiliki bebagai macam kegiatan konservasi laut. Ada juga pertunjukan wayang samudera berbentuk ikan dengan cerita kehidupan laut," kata dia.

Baca: Terumbu Karang Labuan Bajo Dilaporkan Mengalami Kerusakan

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

CTC bekerja di dua kawasan konservasi perairan di Indonesia. Di antarnya, yaitu Laut Banda, Maluku, dan Nusa Penida, Bali.

Kepulauan Banda, menurut Rili, adalah rumah bagi biota laut yang indah dan menawan. "Di sana kita bisa melihat berbagai macam spesies ikan dan terumbu karang. Menariknya kita bisa menemukan ikan paus biru terbesar ada di sana," ujar Rili, saat berkunjung ke Tempo, Kamis, 18 Januari 2018.

Sedangkan Nusa Penida, yang dideklarasikan sebagai area yang dilindungi pada 2014, tidak kalah menarik dari Kepulauan Banda. Selain terumbu karang yang eksotis, wilayah ini merupakan rumah bagi biota laut yang besar.

"Kita bisa menemukan ikan Mola dan ikan Pari Manta yang berenang dikedalaman sekitar kurang lebih 300 meter," katanya. "Ikan mola biasanya muncul di perairan Nusa Penida pada bulan Agustus."

Rili yang pernah mengenyam pendidikan biologi laut mengatakan bahwa kehidupan terumbu karang di dua situs ini harus dijaga agar ekosistem laut tetap terjaga. pembelajaran lapangan dapat mendalami dan memahami praktik sumber daya alam yang efektif serta sebagai pusat pelatihan untuk ilmuwan, manajer, praktisi, komunitas, pemerintah dan non pemerintah. "Sehingga keanekaragaman wilayah laut dapat dilindungi dan dapat dinikmati oleh masyarakat dari sisi manapun," ujar Rili.

Baca: Ini Langkah Australia Lindungi Terumbu Karang Great Barrier Reef

Simak artikel menarik lainnya tentang terumbu karang hanya di kanal Tekno Tempo.co.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


AS dan Indonesia Teken Pengalihan Utang untuk Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

3 hari lalu

Penduduk lokal tengah berenang di antara terumbu karang di Pulau Kebori, Kepulauan Padaido, Biak, Papua, 11 Oktober 2015. TEMPO/Tony Hartawan
AS dan Indonesia Teken Pengalihan Utang untuk Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

Pengalihan utang senilai US$ 35 juta (Rp 564 miliar) itu akan menjadi investasi yang penting bagi konservasi terumbu karang Indonesia.


Menikmati 3 Nusa di Bali : Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan Surga Kecil Para Pelancong

3 hari lalu

Dermaga Nusa Lembongan di Jungut batu yang tak pernah sepi dari turis. Tempo/ Charisma Adristy
Menikmati 3 Nusa di Bali : Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan Surga Kecil Para Pelancong

Jika di Bali, mungkin Anda perlu menyeberang ke pulau-pulau kecil di Bali seperti Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan.


Pulau Wisata di Thailand Larang Penggunaan Barang Plastik Sekali Pakai

4 hari lalu

Salah satu pulau di Koh Nang Yuan, Thailand (Pixabay)
Pulau Wisata di Thailand Larang Penggunaan Barang Plastik Sekali Pakai

Pulau di Thailand ini merupakan tempat menyelam yang bagus untuk melihat terumbu karang.


Amerika Serikat dan Indonesia Tandatangani Pengalihan Utang untuk Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

6 hari lalu

ilustrasi Edukasi Terumbu Karang dengan Si Umbu(Komunika Online)
Amerika Serikat dan Indonesia Tandatangani Pengalihan Utang untuk Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

Indonesia adalah rumah bagi 16 persen kawasan terumbu karang dunia dan sekitar 60 persen spesies karang dunia.


KKP Dorong Masyarakat Jaga Ekosistem Terumbu Karang

17 hari lalu

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengajak masyarakat untuk menjaga ekosistem terumbu karang. Salah satunya, pelibatan Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi  Web Spider dalam menjaga dan melaksanakan restorasi terumbu karang di kawasan konservasi di Pulau Kapoposang.
KKP Dorong Masyarakat Jaga Ekosistem Terumbu Karang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong keterlibatan masyarakat untuk menjaga ekosistem terumbu karang


Tabir Surya Melindungi Kulit saat Snorkeling Tapi Bahaya untuk Terumbu Karang

20 hari lalu

Ilustrasi Snorkeling. shutterstock.com
Tabir Surya Melindungi Kulit saat Snorkeling Tapi Bahaya untuk Terumbu Karang

Bahan-bahan kimia dari tabir surya berpotensi membahayakan terumbu karang


KKP Bersama Iriana Lakukan Transplantasi Karang di Sekotong

45 hari lalu

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) melakukan transplantasi karang dan melepasliarkan ratusan tukik di Pantai Elak-Elak Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kegiatan melibatkan puluhan siswa siswi di Sekotong, Jumat 31 Mei 2024. Dok. KKP
KKP Bersama Iriana Lakukan Transplantasi Karang di Sekotong

Rehabilitasi ekosistem terumbu karang serta menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan KKP.


PNM Manado Ajak Nasabah Lestarikan Terumbu Karang

47 hari lalu

PNM Manado Ajak Nasabah Lestarikan Terumbu Karang

Potensi manfaat terumbu karang ini mendorong PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Manado bersama Adhi Karya dan Brantas Abipraya untuk memberikan pelatihan kepada nasabah binaan PNM.


Melawat ke Pulau Senoa di Natuna, Menikmati Keindahan Bawah Laut Pulau Terdepan Indonesia

56 hari lalu

Pulau Senoa yang merupakan salah satu Geosite di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. TEMPO/Yuni Rahmawati
Melawat ke Pulau Senoa di Natuna, Menikmati Keindahan Bawah Laut Pulau Terdepan Indonesia

Pulau Senoa dipilih sebagai geosite bernilai tinggi karena keanekaragaman hayati dan budaya menyatu di dalamnya.


Suhu Laut Naik Pulau Pling Thailand Ditutup

11 Mei 2024

Pling Island. shutterstock.com
Suhu Laut Naik Pulau Pling Thailand Ditutup

Sebelum penutupan Pulau Pling, Teluk Maya di Thailand sempat ditutup selama enam bulan pada tahun 2018