Selasa, 21 Agustus 2018

Kisah Petani di Balik Penemuan Situs Peninggalan Majapahit

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melihat tumpukan batu bata yang menyerupai bangunan kuno di areal persawahan Desa Kedung Bocok, Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (7/2). Foto: Antara

    Seorang warga melihat tumpukan batu bata yang menyerupai bangunan kuno di areal persawahan Desa Kedung Bocok, Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (7/2). Foto: Antara

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Situs peninggalan Majapahit ditemukan di Desa Kedung Bocok, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur memastikan bangunan berbentuk dinding bata di Situs Alas Trik itu merupakan sisa-sisa peradaban Majapahit.

    Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Cagar Budaya BPCB Jawa Timur Widodo, Rabu, 7 Februari 2018, mengatakan memang benar ditemukan sebuah situs di Desa Kedung Bocok dan penemuan itu diperkirakan merupakan bagian dari peradaban Kerajaan Majapahit.

    "Kami masih harus melakukan kajian lebih dalam lagi untuk mengetahui keberadaan situs tersebut. Namun, kalau melihat strukturnya, situs itu merupakan bagian dari pagar," ujar Widodo, saat dikonfirmasi di lokasi penemuan situs.

    Baca: Warga Temukan Struktur Purbakala Diduga Candi Zaman Majapahit

    Dia menjelaskan, dengan adanya penemuan itu, bisa disimpulkan bahwa di lokasi tersebut pernah ada peradaban manusia, termasuk dengan ditemukannya pecahan tembikar. "Untuk sementara ini, penggalian tersebut dihentikan karena untuk menggali sebuah situs diperlukan teknik dan keahlian sendiri. Salah satunya setiap 10 sentimeter harus dilakukan pendataan dan didokumentasikan secara lengkap," ucapnya.

    Sebelumnya, warga Desa Kedung Bocok, Sidoarjo, Jawa Timur, menemukan sebuah susunan bata yang diduga sebagai situs purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit. Kepala Desa Kedung Bocok Mochamad Ali Ridho mengatakan penemuan situs peninggalan Majapahit tersebut terjadi sepekan lalu, saat ada warga yang akan menanam ketela.

    "Saat itu, Paiman, salah seorang warga kami, menggali tanah yang akan digunakan untuk menanam ketela. Namun, saat menggali tanah, tiba-tiba cangkulnya mengenai batu bata. Kemudian, setelah digali, ternyata berupa batu bata yang tersusun rapi," tutur Ali.

    Baca: Jalan-jalan Melacak Jejak Kejayaan Majapahit di Surabaya

    Simak artikel menarik lainnya tentang Majapahit hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.