Selasa, 21 Agustus 2018

Musim Hujan Sampai Maret, BNPB: Waspada Longsor dan Banjir

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan kondisi bencana banjir Garut dan Sumedang,  di kantor BNPB, 21 September 2016. TEMPO/Amirullah

    Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan kondisi bencana banjir Garut dan Sumedang, di kantor BNPB, 21 September 2016. TEMPO/Amirullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Musim hujan yang akan berlangsung hingga Maret mendatang berpotensi meningkatkan longsor, banjir, dan puting beliung. Karena itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, meminta masyarakat tetap waspada.

    "Potensi bencana banjir, longsor dan puting beliung juga akan meningkat," ujar Sutopo, Kamis, 8 Februari 2018.

    Selama tahun 2018, menurut Sutopo, telah terjadi 275 bencana yang menyebabkan 30 jiwa meninggal dan hilang, 66 jiwa luka, 153.183 menderita dan mengungsi. Bencana juga menyebabkan 10.254 unit rumah rusak. Di antaranya, yaitu 1.315 unit rusak berat, 2.801 unit rusak sedang dan 6.138 unit rusak ringan. Sebanyak 92 bangunan fasilitas umum rusak.

    "Bencana longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa meninggal dunia. Sejak Januari hingga 7 Februari 2018 terdapat 19 orang meninggal dunia akibat longsor, sedangkan puting beliung 5 orang, banjir 3 orang, kombinasi banjir dan longsor 2 orang dan gempa 1 orang," kata dia.

    Baca: Badan Geologi: Lokasi Longsor Puncak Berada di Daerah Merah

    Potensi longsor di Pulau Jawa meluas yaitu di daerah-daerah yang memiliki topografi pegunungan, perbukitan dan di lereng-lereng tebing yang banyak permukiman. Wilayah ini memanjang di Jawa bagian tengah hingga selatan. Dari peta potensi longsor pada Februari 2018, wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah daerah yang memiliki potensi paling banyak dari ancaman longsor.

    "Daerah rawan longsor tinggi di Jawa Barat meliputi Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Bandung Selatan, Purwakarta, Garut, Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya," ujar Sutopo. "Sedangkan di Jawa Tengah terdapat di Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Purwokerto, Purworejo, Pekalongan, Temanggung, Semarang, Karanganyar, Tegal, Wonogiri, Magelang, Purbalingga dan Boyolali."

    Di Jawa Timur, kata Sutopo, terutama di Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Malang, Pacitan, Mojokerto, Jember, Banyuwangi dan lainnya.

    Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. Kenali lingkungannya dengan tanda-tanda akan terjadinya longsor seperti adanya retakan tanah, amblesan tanah, keluarnya mata air pada lereng, air sumur dan mata air tiba-tiba keruh, pohon dan tiang listrik miring, tembok bangunan dan pondasi tiba-tiba retak dan lainnya.

    "Periksa adanya retakan tanah di bukit yang merupakan cikal bakal dari terjadi longsor. Saat hujan lebat waspadalah, jika perlu mengungsi sesaat ke tempat aman," kata Sutopo.

    Baca: Kenapa Daerah Tebing Rawan Longsor di Musim Hujan? Ini Kata Ahli

    Simak kabar terbaru tentang puncak musim hujan dan potensi longsor, banjir, dan puting beliung hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.