Puluhan Artefak Peninggalan Majapahit Ditaruh di Balai Desa

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melihat tumpukan batu bata yang menyerupai bangunan kuno di areal persawahan Desa Kedung Bocok, Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (7/2). Foto: Antara

    Seorang warga melihat tumpukan batu bata yang menyerupai bangunan kuno di areal persawahan Desa Kedung Bocok, Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (7/2). Foto: Antara

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Puluhan artefak dan cuilan gerabah peninggalan peradaban Kerajaan Majapahit saat ini masih disimpan secara darurat, sehingga belum bisa menjadi sarana edukasi.

    Baca: Situs Purbakala Peninggalan Majapahit Ditemukan di Sidoarjo

    Kepala Desa Kedung Bocok Mochamad Ali Ridho di Sidoarjo, Sabtu, 10 Februari 2018, mengatakan bahwa saat ini puluhan artefak dan cuilan gerabah itu disimpan di dalam salah satu ruangan balai desa setempat dan dijaga secara bergantian.

    Sementara warga Desa Kedung Bocok, Sidoarjo, Jawa Timur, menginginkan adanya pembangunan museum situs Trik di desa setempat supaya bisa sebagai tempat wisata edukasi bagi pelajar di wilayah itu.

    Mochamad Ali Ridho mengatakan telah ada rencana pembangunan museum tersebut, yang nantinya bisa dimanfaatkan para siswa untuk mempelajari asal mula berdirinya Kerajaan Majapahit yang berasal dari Desa Kedung Bocok.

    "Rencananya pembangunan museum ini akan dibangun di sisi belakang Balai Desa, mengingat saat ini banyak ditemukan artefak dan juga cuilan gerabah penemuan awal peradaban Kerajaan Majapahit," urainya.

    Sebelumnya, warga Desa Kedung Bocok menemukan sebuah susunan batu bata yang diduga sebagai situs purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit. Mochamad Ali mengatakan bahwa penemuan situs tersebut sudah berlangsung sejak sepekan lalu saat ada warga yang akan menanam ketela.

    "Saat itu Paiman, salah seorang warga kami, akan menggali tanah yang akan digunakan untuk menanam ketela. Namun, saat menggali tanah tersebut tiba-tiba cangkulnya mengenai batu bata. Setelah digali, ternyata berupa batu bata yang tersusun rapi," ucapnya.

    Pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur sudah melakukan peninjauan ke lokasi penemuan situs Trik dan menyatakan kalau di tempat tersebut memang ada peradaban manusia dan awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

    Baca: Kisah Petani di Balik Penemuan Situs Peninggalan Majapahit

    Penemuan peninggalan Kerajaan Majapahit itu mengundang banyak siswa dari beberapa sekolah yang ada di desa tersebut untuk melihat dari dekat lokasi penemuan situs Kerajaan Majapahit. "Mereka datang secara bergiliran dan juga berkelompok dengan temannya untuk melihat temuan itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.