Rabu, 14 November 2018

Sebelum Bikin Tesla dan SpaceX, Elon Musk Pernah Jadi Tukang

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri SpaceX Elon Musk. Time.com

    Pendiri SpaceX Elon Musk. Time.com

    TEMPO.CO, California - Sebelum menuai sukses seperti sekarang, Elon Musk sempat menjadi tukang. Namun, menurut laman Kotaku.com, bukan sembarang tukang. Dia berprofesi sebagai tukang bikin game alias programer game.

    Hal itu ditunjukkan sebuah video YouTube yang diunggah oleh Scott Manley (melalui akun NeoGAF), keterangan dalam video tersebut mengatakan tahun 1990 Musk bekerja di Rocket Science Games. Namanya muncul dalam penghargaan untuk Loadstar: Legend of Tully Bodine dan Cadillacs and Dinosaurs: The North Custache. Selain game, Musk juga mengerjakan Rocket Jockey.

    Dalam buku biografi Elon Musk yang berjudul Elon Musk: How the Billionaire CEO of SpaceX and Tesla is Shaping our Future pendiri Rocket Science Games Peter Barrett menjelaskan bagaimana perjuangan seorang Musk hingga bisa menjadi CEO miliuner Tesla dan SpaceX.

    Baca: Astronom Melacak Mobil Elon Musk Menuju Orbit Mars

    "Tugas dia menulis beberapa kode tingkat dasar, dia orang yang tak tergoyahkan. Setelah beberapa tahun, saya tidak sadar ada orang yang mengarahkannya sehingga dia dapat mencapai impiannya," ujar Barrett dalam buku yang terbit pada 2015 itu.

    Dalam biografi tersebut digambarkan di Rocket Science, Musk terlihat ditugaskan untuk menulis driver yang memungkinkan perangkat input dapat berkomunikasi dengan permainan dan perangkat keras.

    "Pada dasarnya saya mencoba untuk mencari tahu bagaimana pengguna bisa melakukan multitask barang agar bisa membaca video dari CD, sambil menjalankan permainan pada saat bersamaan," kata Musk dalam biografinya itu.

    Baca: Ini Kata Elon Musk, Putin dan Zuckerberg Soal Kecerdasan Buatan

    Di perusahaan game tersebut bukan pertama kali bagi Musk dibayar untuk pekerjaan gamenya. Pada 1984, Musk membuat program yang bernama Blastar, permainan itu diterbitkan di komputer Mag berteknologi di Afrika Selatan dan pada saat itu Musk berusia 12 tahun sudah menghasilkan US$ 500 melalui proyek itu.

    "Dalam game tersebut, pengguna harus menghancurkan sebuah kapal barang alien, yang membawa Bom Hidrogen dan Status Beam Machines yang mematikan," tulis Musk pada waktu itu (melalui Motherboard). "Game ini memanfaatkan animasi dengan baik."

    Baca: Pendukung Teori Bumi Datar ke Elon Musk: Konspirasi dan Dusta

    Simak artikel menarik lainnya tentang Elon Musk hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    KOTAKU.COM | ELON MUSK: HOW THE BILLIONAIRE CEO OF SPACE AND TESLA IS SHAPING OUR FUTURE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.