Selasa, 23 Oktober 2018

Rekayasa Genetika dan Kecerdasan Buatan Bisa Bikin Manusia Abadi?

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecerdasan buatan. Clearbridge Mobile

    Ilustrasi kecerdasan buatan. Clearbridge Mobile

    TEMPO.CO, Dubai - Imuwan futurologist terkemuka, Ian Pearson, mengklaim gabungan rekayasa genetika dan kecerdasan buatan alias artificial intelligence akan membuat hidup manusia abadi. Menurut dia, kemajuan kecerdasan buatan dapat menciptakan badan dengan sistem yang berbasis komputer untuk tetap hidup setelah tulang, daging dan darah tidak lagi berfungsi.

    "Rekayasa genetika ini dapat memperpanjang hidup dengan mengurangi dan membalikkan penuaan sel," ujar Pearson, seperti dilansir laman Daily Mail, 19 Februari 2018.

    Pearson memprediksi bahwa tahun 2050, manusia bisa hidup lebih lama dari batasan fisik. Rekayasa genetika dengan AI akan menjadi daya tarik orang banyak. Dan menurut dia, dunia maya bisa diciptakan agar orang bisa mengunggah kesadaran mereka setelah tubuh mereka mati.

    Baca: Rekayasa Genetika untuk Perpanjang Usia

    Pekan lalu, sebuah pameran di World Government Summit di Dubai memamerkan HIBA (Hybrid Intelligence Biometric Avatar). HIBA adalah hasil dari beberapa penelitian dan menyimpulkan bahwa manusia akan bergabung melalui kesadaran kolektif AI, yang memungkinkan manusia pada tahun 2050 berkomunikasi dari otak ke otak.

    Pearson mengambil ide tersebut selangkah lebih maju dan mengklaim bahwa manusia tidak hanya dihubungkan oleh sistem komputer di tahun 2050, bahkan manusia akan tinggal di dalam sistem yang berbasis komputer.

    "Kesadaran manusia akan diupload ke server online dan manusia bisa menggunakan badan dengan sistem berbasis komputer untuk menghuni dunia nyata," kata Pearson. "Saat ini, teknologi telah mengikat dengan cepat dan banyak orang yang percaya dengan ini."

    Baca: Pakai Kecerdasan Buatan, Cek Penyakit Jantung Bisa Lewat Mata

    Salah satu indikator kemajuan di bidang ini adalah adanya boneka seks yang terlihat mirip manusia. Menurut dia, dalam 3 dekade lagi boneka tersebut akan telihat lebih hidup. Di Australia, pikiran manusia bisa diunduh kedalam tubuh dengan sistem berbasis komputer.

    "Pada 2050, kehidupan hanya benar-benar untuk orang kaya dan terkenal. Namun, hanya ada satu yang membuat manusia tersebut mengalami kematian, dengan menggunakan rekayasa genetika juga membangun tubuh baru," ujar dia.

    Baca: Karena Kecerdasan Buatan, Manusia Bisa Punya Telepati

    Simak artikel menarik lainnya tentang rekayasa genetika dan kecerdasan buatan hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    DAILY MAIL | AMB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.