Rabu, 26 September 2018

Google Doodle: 3 Fakta Pi Day Ini Wajib Anda Tahu

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Google Doodle hari ini, Rabu, 14 Maret 2018, mengambil tema Pi Day. (Google)

    Google Doodle hari ini, Rabu, 14 Maret 2018, mengambil tema Pi Day. (Google)

    TEMPO.CO, Jakarta - Google Doodle mengambil tema Pi Day yang jatuh hari ini, 14 Maret 2018. Hari ini dianggap sebagai hari peringatan simbol matematika π. Dalam bilangan, π (pi) dinyatakan dengan nilai 3,14 yang diartikan sebagai bulan 3 tanggal 14.

    Meski dirayakan secara global, ternyata banyak negara tidak merayakan Pi Day ini. Seperti dilansir laman The Independent, berikut alasan tidak dirayakan Pi Day di beberapa negara:

    1. Tidak Berlaku di Seluruh Dunia
    Format tanggal bulan-hari-tahun tidak berlaku di negara-negara seluruh dunia, termasuk Indonesia dan Inggris yang menganut format tanggal-bulan-tahun. Format bulan-tanggal hanya berlaku di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Kanada.

    Sebaliknya, di negara-negara Asia, format yang dipakai malah tahun-bulan-tanggal. Karena itu, menafsirkan nilai desimal 3,14 menjadi bulan 3 tanggal 14 menjadi tidak masuk akal.

    2. 3,14 atau 22/7?
    Alih-alih bilangan desimal 3,14, banyak yang merayakan Pi Day pada 22 Juli atau konversi dari nilai Pi yang lain, yakni 22/7.

    3. Konstata Tau Lebih Layak Dirayakan
    Ketimbang Pi Day, menurut pakar teknologi informasi jebolan California Institute of Technologi, Michael Hartl, Tau Day lebih layak dirayakan. Dia berasalan, konstanta lingkaran sejati ini lebih dianggap mudah dalam perhitungan matematika.

    Nilai konstanta Tau (T) dua kali lipat dari Pi, yakni 6,28. Atau, jika dikonversi ke tanggalan menjadi bulan 6 tanggal 28 dalam perhitungan Amerika.

    Simak artikel menarik lainnya tentang Pi Day dan Google Doodle hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    THE INDEPENDENT | AMB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.