Selasa, 25 September 2018

Tips and Trik Mendulang Uang Digital di Steemit

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan situs Steemit. TEMPO/ Nita Dian

    Tampilan situs Steemit. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Bandung - Mendapat uang besar dari sebuah kiriman tulisan, foto, atau video di media sosial Steemit tergolong susah-susah gampang. Tidak mudah membaca keinginan anggota Steemit lain atau kurator untuk menyukai atau memberi suaranya sehingga menghasilkan duit.

    "Faktor keberuntungan juga berperan," kata kurator Steemit Indonesia, Reza Fahlevy, pertengahan Februari lalu.

    Karya yang dianggap bagus bisa gagal mencuri perhatian, dan sebaliknya. Menurut Reza, ada beberapa kiat khusus bagi Steemian pemula. Pertama, membuat tulisan, foto, atau video sesuai dengan hasrat atau minat dan harus karya sendiri.

    Pilihan lain bisa mengunggah ulang karya orang lain dengan sumber yang jelas (resteem). "Buatlah konten sekreatif mungkin agar disukai orang sehingga dapat reward," kata dia.

    Baca juga: Apa Itu Steemit? Ini Penjelasannya

    Steemit.com

    Steemit atau Steemit.com merupakan media sosial, atau jejaring sosial dan blogging, yang berbasis sistem blockchain (rantai blok) mata uang digital (cryptocurrency). Dua orang pencetus BitShares, Ned Scott dan Daniel Larimer, menggagas media sosial gaya baru itu lewat Steemit Incorporated yang berkantor pusat di Virginia, Amerika Serikat.

    Mereka meluncurkan Steemit.com pada 4 Juli 2016 dengan tawaran menarik. "Yakni, hadiah uang virtual bagi para pengisi situs dengan berbagai aktivitas di dalamnya," seperti dikutip dari laman Inverse.com, Jumat, 23 Maret 2018.

    Seperti media sosial lain, semisal Facebook, Twitter, dan Instagram, pengguna Steemit.com harus terdaftar sebagai anggota. Bedanya, sistem Steemit akan memberi kata sandi (password) yang panjang. Namun penerimaan sebagai anggota beragam. Ada yang langsung diterima setelah mendaftar, tapi ada juga harus menunggu berhari-hari. Jadi, pendaftar harus bersabar.

    Jika di media sosial lain, kiriman isi (unggahan) berupa tulisan, foto, atau video, hanya berbuah komentar atau penilaian disukai maupun sebaliknya, Steemit mengganjar segala aktivitas pengguna seperti itu dengan uang. Baik pengirim isi maupun yang berkomentar dan memilih sebagai karya bagus, semuanya kecipratan duit yang berlambang US$.

    Pilihan (upvote) dari kurator nilainya lebih besar dari sesama anggota. Penghargaan seperti itu yang membuat anggota Steemit kian melonjak, termasuk di Indonesia. Pengguna media sosial Steemit bisa dibilang adalah penambang mata uang digital.

    Baca juga: Bank Indonesia Kaji Penerbitan Mata Uang Digital

    Pertemuan Komunitas Steemit Indonesia di Cimahi, 16 Februari lalu. TEMPO/ Anwar Siswadi

    Selanjutnya, menjaga konsistensi berkarya, minimal setiap hari ada satu kiriman (posting). Reza mengatakan tulisan, foto, dan video tentang apa saja boleh dibuat. Gaya tulisan pun bebas. Bahkan ejaan, salah ketik, tanda baca atau huruf kapital yang tidak akurat tidak menjadi masalah penting.

    Tanpa editor, bukan tugas kurator juga untuk mengkoreksinya. "Seperti media sosial lain, ini informal, tidak terlalu serius," kata dia.

    Walau begitu, Steemit melarang keras plagiasi. Kecanggihan sistemnya menyertakan mesin pelacak bernama Cheetah. Ia mengecek banyak tulisan di dunia maya. Jika ketahuan karyanya plagiat, anggota akan diperingati.

    Jika tetap tidak menyertakan sumber asli tulisan, foto, atau video, dan dilakukan berulang, Steemit akan memberi tanda jempol ke bawah. Kesempatan untuk bergaul dan mendapat uang menjadi tertutup. "Karena orang tidak percaya lagi," ujar Reza.

    Baca juga: Menuju Uang Digital Rupiah

    Selain plagiat, larangan lain menyangkut konten berunsur negatif, pornografi, dan menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Pelanggaran serius tidak membuat anggota ditendang oleh sistem, melainkan sanksi sosial dari anggota lain yang bisa menamatkan aktivitas unggahannya di Steemit.

    Bagi Steemian yang sebelumnya jarang sekali menulis, disarankan untuk sering membaca agar mudah menulis. Kiat selanjutnya agar karya disukai atau mendapat suara (upvote) Steemian lain adalah bergaul. Membangun pertemanan penting dalam jaringan sosial dan mendapat penghargaan. "Sebagus apa pun orang berkarya di Steemit, susah juga kalau tidak bergaul," kata dia.

    Selain kopi darat, pergaulan bisa dilakukan lewat memberikan komentar, upvote, atau follow. Biasanya Steemian lain akan membalas dengan cara serupa. Cara memulai pertemanan bisa dimulai dari grup-grup yang bertebaran sesuai dengan hobi atau minat, seperti kelompok penyair, penyuka kucing, atau game. Skala grup itu bisa regional hingga internasional. "Efek pertemanan itu saling berkomentar balik atau berkomunikasi," kata Reza.

    Karena itu, dari Steemit muncul kebersamaan, persaudaraan, sekaligus orisinalitas dan kejujuran untuk meraih penghargaan berupa mata uang digital yang bisa ditukar dengan rupiah. Setiap Steemian akan mendapat level mulai dari terhitung baru hingga dinilai berpengalaman. Angka levelnya dimulai dari 25 hingga 40 untuk pendatang baru, 40-50, 50-60, 60-70, dan 70 lebih.

    Baca juga: Berita Teknologi: LINE akan Rilis Mata Uang Digital

    Kualitas karya berguna menaikkan tingkat, juga kumpulan penghargaan. Steemian juga perlu memperhatikan kuantitas komentar dan upvote karena ada dampaknya ke jatah bandwith. Kiat lain dari Steemian asal Bireun, Aceh, Purnama Setiabudi, adalah berlaku seperti orang biasa. "Jangan bawa siapa kita, kalau bawa profesi enggak laku," kata dia.

    Dia sendiri seorang dokter spesialis kandungan. Sementara itu, Steemian lain memiliki berbagai ragam profesi, seperti tukang ojek, mantan pemulung, tukang gali kabel, penyair, dan wartawan.

    Baca juga: PPATK Temukan Indikasi Pencucian Uang Melalui Mata Uang Digital

    Simak artikel menarik lainnya tentang Steemit hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.