Jumat, 14 Desember 2018

Karyawan Protes Keterlibatan Google dalam Program Pentagon

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Google Sundar Pichai meluncurkan situs baru Google.ai. Kredit: AOL/Engadget

    CEO Google Sundar Pichai meluncurkan situs baru Google.ai. Kredit: AOL/Engadget

    TEMPO.CO, Washington - Ribuan karyawan Google, termasuk puluhan insinyur senior, telah menandatangani surat yang memprotes keterlibatan perusahaan itu dalam sebuah program Pentagon.

    Program itu menggunakan kecerdasan buatan untuk menginterpretasikan citra video dan dapat digunakan untuk meningkatkan penargetan serangan drone, sebagaimana dilaporkan The New York Times, 4 April 2018.

    Baca: Asyik, Kini Bisa Ngobrol Bahasa Indonesia dengan Google Assistant

    Surat itu, yang beredar di Google dan telah mengumpulkan lebih dari 3.100 tanda tangan, mencerminkan bentrokan budaya antara Silicon Valley dan pemerintah federal. Bentrokan itu diperkirakan akan meningkat saat kecerdasan buatan semakin digunakan untuk tujuan militer.

    “Kami percaya bahwa Google tidak boleh berada dalam bisnis perang,” kata surat itu, yang ditujukan kepada Sundar Pichai, CEO Google. Surat ini meminta Google keluar dari Proyek Maven, program percontohan Pentagon, dan mengumumkan kebijakan bahwa perusahaan itu tidak akan pernah membangun teknologi perang.

    Sejak awal, Google telah mendorong karyawannya untuk berbicara tentang masalah yang melibatkan perusahaan. Google menyediakan papan pesan internal dan jejaring sosial tempat para pekerja menantang manajemen soal produk dan kebijakan perusahaan.

    Karyawan Google telah menyebarkan petisi protes tentang berbagai masalah, termasuk Google Plus, yang tertinggal oleh Facebook, dan sponsor Google terhadap Konferensi Aksi Politik Konservatif.

    Karyawan mengajukan pertanyaan tentang keterlibatan Google di Project Maven pada rapat perusahaan baru-baru ini. Pada saat itu, Diane Greene, yang memimpin bisnis infrastruktur awan Google, membela kesepakatan itu dan berusaha meyakinkan karyawan.

    Beberapa eksekutif top Google memiliki koneksi Pentagon yang signifikan. Eric Schmidt, mantan ketua eksekutif Google dan masih menjadi anggota dewan eksekutif Alphabet, perusahaan induk Google, bekerja di badan penasehat Pentagon, Dewan Inovasi Pertahanan, seperti halnya wakil presiden Google, Milo Medin.

    The Verge melaporkan bahwa perusahaan lain, seperti Amazon dan Microsoft, juga telah bekerja dalam proyek pertahanan, tetapi karyawan Google yang mendukung surat petisi itu tidak melihat ini sebagai cara untuk mendukung pekerjaan Google di Project Maven.

    Baca: Google Tutup Layanan Penyingkat URL Goo.gl

    Di masa lalu, Google telah berhati-hati untuk terlibat dengan penelitian militer. Pada 2013, Google menolak dana dari Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) setelah membeli serangkaian perusahaan robotika yang memiliki hubungan dengan organisasi penelitian militer itu.

    NEW YORK TIMES | THE VERGE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....