Senin, 23 Juli 2018

Tahukah Anda, Kalau Ada Triliunan Bakteri Baik di Tubuh Kita?

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Triliunan bakteri seperti kedua gambar di atas berada pada atau dalam tubuh manusia.

    Triliunan bakteri seperti kedua gambar di atas berada pada atau dalam tubuh manusia.

    TEMPO.CO, New Jersey - Bakteri baik menyandang nama buruk selama bertahun-tahun. Organisme tak kasatmata ini diyakini sebagai penyebab infeksi dan berbagai penyakit.

    Namun, tahukah Anda masih banyak jenis bakteri dan mikroba yang ternyata memegang peran penting bagi kesehatan? Ya, tak kurang dari 100 triliun bakteri baik hidup dalam tubuh manusia. Mereka sangat penting untuk pencernaan, pembentukan vitamin, hingga melindungi terhadap serangan bakteri jahat penyebab penyakit.

    "Temuan ini merupakan langkah penting dalam pemahaman kita tentang bakteri untuk kesehatan manusia," kata Bonnie Bassler, seorang ahli mikrobiologi dari Princeton University, seperti dikutip dari laman The Verge.

    Baca juga: Infeksi Bakteri Mengincar Penggemar Makanan Cepat Saji

    Pada setiap sel tubuh terdapat sekitar 10 mikroba. Mereka hidup di permukaan kulit, lidah, dan jauh di dalam tubuh manusia. Keberadaan mereka diketahui mempengaruhi perkembangan fisik dan mental, perilaku makan, dan ketahanan tubuh terhadap penyakit.

    Peran penting mikroba itu terungkap lewat penelitian gabungan selama lima tahun yang disebut Human Microbiome Project. Sebanyak 200 ilmuwan dari 80 lembaga penelitian memetakan materi genetik bakteri yang diambil dari 250 laki-laki dan perempuan. Para peneliti mengumpulkan sampel air ludah, tinja, kotoran hidung, dan bagian tubuh lainnya. Mereka memperoleh total 11.174 sampel. Hasil analisis terhadap sampel itu lantas dipublikasikan dalam jurnal Nature dan PLoS.

    Para ilmuwan menemukan setidaknya seribu jenis (strain) bakteri pada setiap orang. Yang mengejutkan para ilmuwan adalah penemuan sidik jari genetik sejumlah bakteri penyebab penyakit yang bersembunyi di tubuh manusia. Namun, uniknya, mikroba-mikroba ini bisa hidup rukun bertetangga satu sama lain serta tidak membuat orang sakit.

    Baca juga: CDC: Waspada, Bakteri Baru yang Tahan Anti-Biotik

    Lita Proctor, direktur program untuk Human Microbiome Project, mengatakan manusia berinteraksi dengan mikroba sejak masih bayi. "Mikroba mulai tumbuh saat manusia dilahirkan," kata dia.

    Begitu keluar dari rahim, bayi telah mewarisi bakteri dari ibunya. Bak magnet, kata Proctor, hingga berumur 2-3 tahun sistem kekebalan tubuh bayi tumbuh bersama mikroba. Mereka belajar untuk tidak menyerang bakteri. Pada usia dewasa, tubuh manusia membawa 1-2,5 kilogram bakteri. Ukuran mereka sangat kecil, sekitar sepersepuluh sampai seperseratus sel tubuh manusia.

    Bassler mengatakan, bakteri-bakteri baik selama ini dianggap sebagai "pengendara pasif". Keberadaan mereka nyaris tidak pernah diketahui. Namun mereka telah menyesuaikan diri untuk hidup pada permukaan dan dalam tubuh manusia dan dikelilingi oleh bakteri lain yang sudah dikenal.

    Baca juga: Waspada Bakteri, 10 Barang di Rumah Ini Harus Rutin Diganti

    Menurut Curtis Huttenhower dari Harvard School of Public Health, pemeriksaan urutan DNA sama halnya seperti menggunakan mikroskop tua. "Metode ini memungkinkan para peneliti untuk melihat jejak bakteri berbahaya melalui urutan unik DNA mereka," kata dia. Cara ini memungkinkan ilmuwan memetakan mikroba yang baik bagi manusia.

    Human Microbiome Project berhasil menjawab bagaimana seseorang bereaksi secara berbeda terhadap obat jenis tertentu. Penelitian ini juga mengungkapkan mengapa sebagian orang rentan terhadap penyakit menular tertentu, sedangkan yang lain tahan.

    Baca juga: Bawang Merah Bisa Usir Bakteri di Ruangan, Simak Caranya

    Simak artikel menarik lainnya tentang bakteri baik hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    THE VERGE | NATURE | PLOS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.