Xiaomi Redmi Note 5 Rilis 2 Hari Lagi, Ini Bedanya dengan Redmi 5

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xiaomi perbarui Redmi Note 5 dengan kamera teknologi AI. Kredit: GSM Arena

    Xiaomi perbarui Redmi Note 5 dengan kamera teknologi AI. Kredit: GSM Arena

    TEMPO.CO, Jakarta - Xiaomi Redmi Note 5 akan meluncur di Indonesia dua hari lagi pada tanggal 18 April 2018. Perangkat ini akan memasang chipset Snapdragon 625, beda dengan Redmi 5 yang memasang 450.

    Baca: OPPO F7 dan Xiaomi Redmi Note 5 Rilis Berdekatan, Pilih Mana?

    Redmi Note 5 mampu berjalan dengan kecepatan 2,0 GHz sedangkan Redmi 5 1.8 GHz. Keduanya menjalankan COU ARM Cortex A53 64-bit.

    Dari segi harga keduanya memiliki perbedaan. Di India Redmi Note 5 dilabeli seharga 11.999 Rupee (sekitar Rp 2,6 juta), sedangkan pendahulunya Redmi 5 dibanderol lebih murah 8.999 Rupee (sekitar Rp 1,9 juta).

    Dari segi desain, Redmi 5 memiliki ukuran yang lebih kecil dengan dimensi 151,8 x 72,8 x 7,7 milimeter, sementara menurut laman GSM Arena Redmi Note 5 berdimensi 158,5 x 75,5 x 8,1 milimeter.

    Laman Tech Radar, 5 April 2018, menjelaskan bahwa kedua perangkat tidak memiliki perbedaan yang signifikan dari segi game ataupun video. Perbedaan yang jelas terlihat adalah Note 5 lebih berwarna. Note 5 memiliki layar yang lebih besar dan resolusi 1.080x2.160 piksel.

    Redmi Note 5 memiliki RAM 4 gigabita dengan penyimpanan 64 gigabita sementara Redmi 5 hanya memiliki RAM 3 gigabita dan penyimpanan 32 gigabita. Informasinya, kedua ponsel tersebut memasang sistem operasi yang sama, yaitu Nougat dengan MIUI 9.0.

    Baca: Rilis Beda Sehari, Ini Beda Xiaomi Redmi Note 5 dan OPPO F7

    Xiaomi belum mengkonfirmasi terkait harga Redmi Note 5 yang akan meluncur di Indonesia. Seluruh informasi mengenai Xiaomi Redmi Note 5 akan muncul pada saat peluncurannya tepat pada Rabu, 18 Maret 2018.

    GSM ARENA | TECH RADAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.