Kamis, 26 April 2018

DPR Bertemu Facebook Besok, Bahas Skandal Data

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo facebook. REUTERS/Philippe Wojazer/File Photo

    Logo facebook. REUTERS/Philippe Wojazer/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Skandal data Facebook yang bocor akan dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), besok, Selasa, 17 April 2018, pukul 10.00 WIB. Menurut pantauan Tempo.co di laman DPR RI, pertemuan antara Komisi I DPR RI dan Facebook. Agendanya penjelasan Facebook terkait bocornya 1 juta lebih data pengguna Facebook Indonesia.

    Pihak Facebook diwakili oleh Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari, dan Vice Presiden of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner.

    Wakil Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, membenarkan agenda tersebut. "Besok pertemuan pukul 10.00 WIB di Komisi I DPR. Pertemuan ini merupakan rapat dengar pendapat umum," kata Meutya yang merupakan politikus dari Partai Golkar, saat dihubungi Tempo melalui pesan singkat, Senin, 16 April 2018.

    Baca juga: Data Facebook Bocor, Mark Zuckerberg Minta Maaf

    Cambridge Analytica dikabarkan menggunakan informasi pengguna Facebook terkait pemilihan Presiden Amerika pada 2017 lalu. Dari jumlah 87 juta data pribadi yang disalahgunakan, terdapat 1,3 persen atau sekitar 1.096.666 pengguna Facebook Indonesia.

    Meutya menjelaskan bahwa pertemuan besok akan membahas mengenai bagaimana kronologi bocornya data pribadi pengguna Facebook khususnya yang berasal dari Indonesia. "Membahas seputar kebocoran data, karena memang belum pernah kami tanya. Kami juga ingin mengetahui bagaimana sistem keamanan yang digunakan oleh Facebook," kata dia.

    Baca juga: Setelah Facebook, Google dan YouTube Bakal Dibidik?

    Akses media digital, kata Meutya, menjadi teknologi baru yang dari sisi pengamanannya harus diantisipasi. Karena itu, menurut mantan jurnalis Metro TV ini, perkembangan media sosial mengalami kemajuan yang cepat. Dan sangat mudah untuk mengakses data pribadi penggunanya jika tidak memiliki sistem keamanan yang baik.

    "Kita sebagai pengguna khususnya di Indonesia harus sadar. Kita ingin kejelasan bagaimana kebocoran data tersebut terjadi," ujar Meutya.

    Baca juga: Kebocoran Data Facebook Sudah Diprediksi Sejak 6 Tahun Lalu

    Ada sejumlah pengguna Indonesia di antara data Facebook yang bocor. Informasi tersebut diungkap Chief Technology Office Facebook, Mike Schroepfer, melalui blog resmi perusahaan Facebook, Kamis, 4 April 2018.

    Jumlah data pengguna Facebook dari Indonesia yang bocor mencapai 1.096.666. Jumlah tersebut 1,3 persen dari sekitar 87 juta data global yang dibocorkan ke perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica. Angka tersebut membuat Indonesia berada di urutan ketiga setelah Filipina yang mencapai 1.175.870 (1,4 persen).

    Dari data tersebut dapat dilihat bahwa warga Amerika Serikat paling banyak terkena dampaknya. Yakni, mencapai 70.632.350 atau 81,6 persen dari jumlah total.

    Baca juga: Data Facebook Bocor, Bagaimana WhatsApp dan Instagram?

    Simak kabar terbaru dari pertemuan antara Facebook dan DPR hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.