Senin, 23 Juli 2018

Lacak Non-Pengguna, Facebook Kembali Diprotes

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat duduk Facebook CEO Mark Zuckerberg, diberikan bantalan tambahan saat memberikan keterangan  bersaksi untuk dengar pendapat Komite Energi dan Perdagangan DPR mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna di Capitol Hill, Washington, 11 April 2018. REUTERS/Leah Millis

    Tempat duduk Facebook CEO Mark Zuckerberg, diberikan bantalan tambahan saat memberikan keterangan bersaksi untuk dengar pendapat Komite Energi dan Perdagangan DPR mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna di Capitol Hill, Washington, 11 April 2018. REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhatian dunia teknologi kembali terarah ke Facebook menyusul pernyataan CEO Mark Zuckerberg saat sidang pekan lalu bahwa mereka juga melacak penggunaan internet orang-orang yang tidak memiliki akun Facebook.

    Baca: DPR Bertemu Facebook Besok, Bahas Skandal Data

    Zuckerberg menjawab pertanyaan dari Representatif Ben Lujan, bahwa Facebook melacak non-pengguna demi alasan keamanan. Facebook kemudian mendapat protes karena praktik tersebut, beberapa meminta perusahaan tersebut mencari cara untuk memberi tahu non-pengguna mengenai informasi apa saja yang diketahui Facebook.

    Lujan meminta Facebook memberi informasi tambahan untuk hal tersebut, namun, Zuckerberg tidak menjawab. Reuters menuliskan Facebook pada Jumat, 13 April 2018, lalu menyatakan tidak berencana membuat alat seperti itu.

    Praktik ini menambah deretan protes kepada Facebook. Zuckerberg dituduh tidak berbuat banyak untuk melindungi data pengguna. “Tidak jelas apa yang dilakukan Facebook dengan informasi tersebut,” kata Chris Calabrese dari Center for Democracy & Technology, lembaga advokasi dari Washington.

    Facebook mendapatkan data non-pengguna dari orang-orang yang berada dalam jaringan tersebut, misalnya saat seorang pengguna mengunggah alamat email teman.

    Data non-pengguna juga dapat berasal dari “cookies”, berkas kecil yang disimpan dalam browser dan digunakan Facebook dan yang lainnya untuk melacak orang di internet, terkadang untuk keperluan target iklan.

    “Pengumpulan data seperti ini penting untuk bagaimana internet bekerja,” kata Facebook dalam keterangan tertulis kepada Reuters.

    Ketika ditanya apakah ada opsi untuk mematikan fitur ini, Facebook menyatakan, “Ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk membatasi penggunaan informasi untuk iklan, misalnya menggunakan peramban atau perangkat untuk menghapus cookies. Ini akan berlaku untuk layanan di luar Facebook karena, seperti yang sudah disebutkan, ini adalah standar bagaimana internet bekerja”.

    Facebook akan memasang cookies ke non-pengguna jika mereka mengunjungi situs yang memiliki tombol “like” atau “share” dari Facebook, meski pun orang tersebut tidak mengklik tombol itu. Data tersebut kemudian digunakan untuk membuat analisis, termasuk mengenai traffic sebuah situs.

    Baca: Setelah Facebook, Google dan YouTube Bakal Dibidik?

    Facebook menyatakan tidak menggunakan data untuk iklan, hanya mengundang orang untuk membuat Facebook.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.