Canon Luncurkan Speedlite Berteknologi AI Bounce Pertama di Dunia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model memperlihatkan Canon Speedlite 470EX-AI dalam peresmian Canon Image Square di Butik Dukomsel, Bandung, 25 April 2018. Canon Speedlite 470EX-AI adalah speedlite pertama di dunia yang menerapkan teknologi auto intelligent bounce dimana fotografer bisa mendapatkan cahaya natural saat memotret dengan teknik bounce flash atau flash yang dipantulkan dengan pencahayaan full otomatis atau semi otomatis. PT Datascript membanderol flash pintar ini di angka Rp 7,7 juta. TEMPO/Prima Mulia

    Model memperlihatkan Canon Speedlite 470EX-AI dalam peresmian Canon Image Square di Butik Dukomsel, Bandung, 25 April 2018. Canon Speedlite 470EX-AI adalah speedlite pertama di dunia yang menerapkan teknologi auto intelligent bounce dimana fotografer bisa mendapatkan cahaya natural saat memotret dengan teknik bounce flash atau flash yang dipantulkan dengan pencahayaan full otomatis atau semi otomatis. PT Datascript membanderol flash pintar ini di angka Rp 7,7 juta. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Canon meluncurkan speedlite (lampu kilat) berteknologi baru Auto Intelligent (AI) Bounce di Indonesia. Lampu tambahan pada kamera foto itu bisa bergerak sendiri untuk memancarkan pencahayaan yang natural pada subyek.

    Baca: Canon PowerShot G1 X Mark III, Kamera Saku Setara DSLR

    "Speedlite pertama di dunia yang memiliki teknologi Auto Intelligent Bounce," kata Angelie Ivone, Marketing Manager Image Communication Products Datascrip di Bandung, Rabu, 25 April 2018.

    Peluncuran itu berbarengan dengan pembukaan gerai Canon ke-15 atau yang kedua di Bandung. Speedlite AI Bounce rencananya bakal tersedia medio Mei mendatang dengan harga tertinggi Rp 7,7 juta.

    Menurut Angelie, AI Bounce merupakan sistem pemantulan cahaya automatis dari lampu kilat tambahan yang dipasang pada kamera. Perangkat itu mengukur jarak subyek dan langit-langit ruangan untuk memancarkan cahaya yang alami pada hasil foto.

    Lampu kilat bawaan atau tambahan di kamera tanpa pantulan, kata Angelie, biasanya menghasilkan cahaya langsung ke subyek. Salah satu akibatnya, muncul bayangan subyek di latar belakang.

    Agar tak sulit mengatur sudut pantulan cahaya flash, Canon membuat lampu kilat auto itu bagi para fotografer pemula. Lampu itu akan mencari sendiri sudut terbaik jika pengguna menekan tombol shutter kamera dua kali berurutan.

    Adapun mode semi auto seperti cara manual yang biasa dilakukan para fotografer. Menurut Angelie, penggunaan lampu itu untuk memotret di dalam ruangan, still life, maupun fotografi makanan.

    Jika permukaan pantulan atas jauh atau lebih dari lima meter, alat mengartikan tidak ada bidang pantulan. Pada kondisi itu, flash AI Bounce itu akan mengarah langsung ke subyek foto.

    Seorang penggemar fotografi di Bandung, Munawar Aini, mengatakan flash itu mengesankan karena baru pertama kali memakai teknologi semacam itu. "Sebenarnya kalau istimewa sekali dari bounchingnya nggak, otomatisnya itu yang menarik," kata dia.

    Menurutnya, teknik pantulan cahaya lampu kilat itu banyak yang harus diperhatikan. Misalnya bentuk permukaannya untuk memantulkan cahaya seperti apa, juga warnanya. Kamera akan melakukan penyesuain. "Saya beberapa kali mencobanya seperti itu, belum tahu apa flash ini bisa membaca itu atau nggak," kata dia.

    Simak artikel lainnya tentang Canon di kanal Tekno tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.