Mahasiswa Universitas Jember Sulap Limbah Tembakau, Hasilnya...

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Juara III, Julita Hasanah, Dian Puspasari, dan Dimas Brilian  dari Universitas Jember berfoto bersama Komisaris Utama PTPN X. (Istimewa)

    Juara III, Julita Hasanah, Dian Puspasari, dan Dimas Brilian dari Universitas Jember berfoto bersama Komisaris Utama PTPN X. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jember - Dua tim peneliti Universitas Jember sukses mengubah limbah tembakau menjadi asap cair dan bahan parfum. Ide yang mereka tuangkan dalam karya tulis ilmiah mendapat apresiasi dengan menjuarai Call for Papers 2018 dengan tajuk "Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau" yang diselenggarakan, Kamis, 26 April 2018 oleh PTPN X di Aula Kantor Pusat PTPN X, Surabaya.

    Ide awal tim ini berangkat dari ihwal tembakau yang merupakan komoditas tanaman yang identik dengan rokok. Mendengar kata "tembakau", hal pertama yang terlintas di pikiran setiap orang adalah "rokok". Selama ini, pemanfaatan tembakau yang sudah dilakukan di Indonesia hanya sampai pada daun tembakau yang diolah menjadi bahan baku rokok dan atau cerutu. Sedangkan produk sampingan dari tembakau seperti gagang, batang, bunga, kulit, dan akar belum termanfaatkan secara maksimal.

    Berangkat dari latar belakang tersebut, mahasiswa asal Universitas Jember membuat inovasi dengan cara memanfaatkan limbah tembakau sebagai bahan olahan yang bermanfaat. Dua tim asal Universitas Jember tersebut adalah tim yang beranggotakan Muhammad Aly Firdaus, Meida Cahyaning Putri, dan Umi Lutfiani Masyitah yang berhasil meraih Juara I, dan tim dari Julita Hasanah, Dian Puspasari, dan Dimas Brilian S.P. yang berhasil meraih juara III dalam ajang tersebut.

    Baca juga: Vape Versus Rokok Tembakau, Mana Lebih Aman?

    Juara satu berhak menerima uang pembinaan sebesar 20 juta rupiah, sementara juara tiga mendapatkan Rp 10 juta rupiah dari PTPN X. Sementara juara kedua diboyong tim UGM Yogyakarta.

    Melalui rilis yang diterima Tempo, Jumat sore ini, 27 April 2018, tim M Aly Firdaus yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian mengambil tema 'Analisis Kelayakan Usaha Produksi Asap Cair Organik Dari Batang Tembakau sebagai Pengawet dan Biodisinfektan'. Dia menyampaikan ide mengenai batang tembakau yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi asap cair melalui proses pirolisis yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengawet dan biodisinfektan.

    M. Aly Firdaus lantas menceritakan latar belakang ketiganya dalam membuat karya tulis untuk ajang ini. "Setiap tahunnya di provinsi Jawa Timur sendiri sekitar 8.443 ton produksi tembakau dihasilkan," kata Aly.

    Semakin banyaknya produksi tembakau, maka semakin besar pula limbah tembakau yang dihasilkan. Limbah batang tembakau merupakan limbah terbesar yang dihasilkan dari tembakau. Melalui studi literatur yang kami lakukan, tim ini menemukan bahwa batang tembakau mengandung selulosa, hemiselulosa dan senyawa karbon yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengawet dan penghilang bau. Sedangkan dari sisi teknologi, pengolahan batang tembakau cukup dengan teknologi pirolisis yang merupakan teknologi sederhana.

    Juara I, Muhammad Aly Firdaus, Meida Cahyaning Putri, dan Umi Lutfiani Masyitah dari Universitas Jember. (Istimewa)

    Baca juga: Jalan Tengah Impor Tembakau

    "Karena itulah kami menggunakan batang tembakau sebagai ide dalam karya tulis kami," papar Meida, mahasiswi angkatan 2016. Sedangkan Tim Julita Hasanah yang merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian UNEJ mengambil tema 'Analisis Kelayakan Bisnis Tobaccos Perfume Dengan Konsep Zero Waste Guna Meningkatkan Eksistensi Jember sebagai Kota Tembakau'.

    Tim ini memaparkan ide berupa kuncup basah dan daun kuncup basah tembakau yang dapat dijadikan sebagai bahan atau campuran dalam pembuatan parfum. Ketiganya lantas menilai bahwa parfum tembakau yang dihasilkan nanti dapat berpotensi menjadi ikon Jember sebagai Kota Tembakau, mengingat produk pengolahan tembakau masih terbatas pada rokok saja.

    Komisaris Utama PTPN X, Rudi Wibowo mengapresiasi ide-ide kreatif yang disampaikan oleh para mahasiswa dalam kegiatan Call for Papers 2018 ini. “Saya gembira melihat antusiasme peserta walau tema kali ini lebih spesifik daripada tema tahun lalu," ujarnya.

    Dengan kegiatan ini maka masyarakat bakal tahu tembakau tidak hanya untuk rokok dan cerutu saja. "Semoga ide yang masuk dapat kami kolaborasikan, sehingga menjadi produk nyata,” ujar Rudi Wibowo. Dia mengatakan tercatat ada 151 karya tulis ilmiah yang diterima oleh panitia.

    Baca juga: Andika The Titans Disebut Pakai Tembakau Gorilla untuk Inspirasi

    Simak artikel menarik lainnya tentang limbah tembakau hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.