Panasnya Persaingan Wisata Antariksa Musk, Bezos, dan Branson

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeff Bezos, Elon Musk, dan Richard Branson. Foto: Business Insider

    Jeff Bezos, Elon Musk, dan Richard Branson. Foto: Business Insider

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberhasilan peluncuran roket perusahaan antariksa Jeff Bezos Blue Origin, New Shepard, pada Minggu siang, 29 April 2018, waktu Texas, memanaskan persaingan perjalanan antariksa oleh perusahaan-perusahaan swasta dengan target turis berkantong tebal.

    Baca: Perusahaan Jeff Bezos Luncurkan Roket Pariwisata Antariksa

    Roket New Shepard mengirim kapsul awak yang membawa boneka yang bernama Mannequin Skywalker dalam perjalanan singkat ke luar angkasa, sebagaimana dilaporkan CNET, 29 April 2018.

    Bepergian ke luar angkasa mungkin menjadi mimpi semua orang, anak-anak hingga dewasa. Sampai sekarang, kemampuan itu dibatasi hanya untuk astronot. Tapi itu semua bisa berubah segera.

    Selama bertahun-tahun, perusahaan swasta bermimpi meluncurkan pelanggan yang membayar ke orbit. Saat ini mimpi itu menjadi ajang balapan tiga tim, Elon Musk, Jeff Bezos, dan Richard Branson. Bagaimana kondisi persaingannya?

    1. SpaceX

    Sebuah roket Falcon Heavy diluncurkan dari pad 39A di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, 6 Februari 2018. Saat lepas landas, daya dorong Falcon Heavy dapat mencapai 5,13 juta pound of thrust, atau 22.819 kilonewton, yang setara dengan 18 unit Boeing 747. REUTERS

    Musk memiliki rencana besar untuk mengirim manusia untuk tinggal di antariksa. Rencananya untuk menjajah Mars dengan mengirim ratusan orang pada misi 80-hari ke planet merah itu. Setelah berada di sana, ia ingin orang-orang untuk tinggal di kota-kota fungsional yang dilengkapi dengan segala sesuatunya dari pabrik hingga restoran pizza.

    Meskipun demikian, model bisnis SpaceX saat ini tidak berputar di sekitar meluncurkan manusia. Sebaliknya, fokusnya adalah pada pengiriman satelit, peralatan penelitian, dan pasokan untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional.

    Tapi SpaceX tidak berencana berhenti di stasiun luar angkasa. Pada bulan Februari, Musk mengumumkan bahwa perusahaan bermaksud untuk meluncurkan dua warga negara dalam perjalanan mengelilingi bulan sekitar tahun 2018. Orang-orang itu, yang identitasnya masih belum diketahui publik, mendekati SpaceX, dan telah membayar setoran signifikan,  menurut Musk. SpaceX memberi tahu laman Inc, bahwa perusahaan itu masih berniat untuk mencapai tujuan ini, tetapi belum memiliki berita lebih lanjut.

    Awal Februari lalu SpaceX sukses meluncurkan roket paling kuat di dunia yang diberi nama Falcon Heavy. Roket ini membawa mobil sport merah yang bertujuan untuk melakukan perjalanan tanpa akhir melewati Mars.

    Itu membuat SpaceX, perusahaan yang dipimpin oleh CEO Tesla, Elon Musk, menjadi pemilik roket operasional paling kuat di dunia. Roket tersebut memiliki tinggi 23 lantai dan diyakini sebagai yang terbaik yang pernah ada.

    1. Blue Origin

    Perusahaan antariksa Jeff Bezos Blue Origin meluncurkan roket New Shepard, Minggu, 29 April 2018. Kredit: Blue Origin

    Perusahaan Jeff Bezos telah mengambil pendekatan yang berlawanan dari SpaceX. Ia ingin fokus pada turis terlebih dahulu, dan kemudian mulai meluncurkan kargo ke orbit. Rencana perusahaan adalah mengirim orang naik 11 menit ke tepi antariksa, sekitar 60 mil di atas permukaan Bumi.

    Seperti SpaceX, Blue Origin akan menghemat biaya dengan menggunakan kembali pendorong roketnya, yang akan mendarat dengan lembut kembali ke Bumi dan akan diperbaharui sebelum kembali bekerja.

    Pada Minggu pagi, 29 April 2018, roket perusahaan antariksa Jeff Bezos Blue Origin, New Shepard, diluncurkan dari gurun Texas barat tepat setelah siang tengah hari. Roket itu mengirim kapsul awak yang membawa boneka yang bernama Mannequin Skywalker dalam perjalanan singkat ke luar angkasa, sebagaimana dilaporkan CNET, 29 April 2018.

    Untuk kedelapan kalinya, perusahaan antariksa komersial Jeff Bezos itu berhasil menguji sistem yang diharapkan dapat digunakan untuk mengirim penumpang berbayar pada penerbangan suborbital dalam beberapa bulan mendatang.

    Pesawat antariksa itu mencapai ketinggian 350.000 kaki (106.680 meter), atau sekitar 5 persen lebih tinggi dari penerbangan uji coba New Shepard sebelumnya. Ketinggian itu mengirim roket ke luar batas yang diterima secara internasional antara atmosfer Bumi dan antariksa, yang disebut Karman Line.

    Pesawat antariksa New Shepard yang diluncurkan dari fasilitas uji Texas barat Blue Origin sebenarnya adalah roket dan kapsul yang digunakan kembali, sehingga perusahaan Bezos kini bergabung dengan SpaceX milik Elon Musk sebagai pelopor di zaman baru roket yang dapat didaur ulang.

    Ini adalah peluncuran kedelapan dari desain New Shepard, yang memulai debutnya pada tahun 2015, dan peluncuran kedua untuk kendaraan khusus ini, yang dibangun tahun lalu.

    Bezos mengatakan perusahaannya berharap untuk menerbangkan manusia ke antariksa pada 2018 dan akan segera mulai menerbangi perjalanan reguler mengangkut turis mewah ke tepi luar angkasa.

    1. Virgin Galactic

    Pendiri Virgin Galactic Richard Branson telah mengumumkan rencana mengirim turis ke luar angkasa tahun lalu. Kredit: Virgin Galactic/Daily Mail

    Virgin Galactic telah menyelesaikan uji luncur lanjutan dari pesawat luar angkasa VSS Unity awal Januari lalu. Keberhasilan itu menempatkan perusahaan pada jalurnya  untuk mengirim wisatawan ke luar angkasa dalam beberapa bulan ini.

    Tes tersebut, yang berlangsung lebih dari tiga tahun sejak kecelakaan fatal yang dialami perusahaan tersebut, memperlihatkan manuver pesawat tersebut dengan aman sampai ke tanah dari ketinggian 50.000 kaki (15 km).

    Pendiri Virgin Galactic Richard Branson telah mengklaim VSS Unity, versi kedua dari pesawat SpaceShipTwo, akan membawa orang-orang yang melakukan penerbangan uji coba di  suborbital pada bulan April.

    Sejauh ini, lebih dari 700 pelanggan kaya, termasuk selebriti Brad Pitt dan Katy Perry, telah memesan tempat duduk senilai US$ 250.000 (Rp 3,3 miliar) per kursi di salah satu perjalanan antariksa Virgin, dengan penerbangan komersial yang direncanakan pada akhir tahun ini.

    Baca: Hotel Antariksa akan Meluncur 2021, Jangan Kaget dengan Tarifnya

    Didirikan pada tahun 2010 dengan tujuan untuk membawa pelanggan yang membayar ke antariksa dan kembali lagi, tragedi melanda Virgin Galactic pada tahun 2014 ketika kecelakaan penerbangan uji coba SpaceShipTwo menewaskan seorang pilot dan melukai yang lainnya. Butuh dua tahun bagi perusahaan itu untuk mendapatkan kembali persetujuan dari US Federal Aviation Administration (FAA) untuk menerbangkan SpaceShipTwo lagi.

    INC | DAILY MAIL | CNET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.