Setelah Rusia, Iran Juga Blokir Telegram

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Telegram. Lifewire.com

    Ilustrasi Telegram. Lifewire.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Rusia memutuskan untuk memblokir aplikasi Telegram karena menolak untuk memberikan data pengguna kepada otoritas pemerintah pada pertengahan April lalu.

    Baca: Telegram Umumkan Pencapaian 200 Juta Pengguna Aktif Bulanan

    Menyusul langkah Rusia, kini Iran juga dilaporkan melarang penggunaan layanan berbagi pesan itu. Keputusan dari otoritas Iran tersebut bertujuan untuk melindungi keamanan nasional.

    Negara tersebut menghadapi protes anti-pemerintah besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir, dan para pejabat melihat bahwa Telegram telah digunakan secara luas oleh penyelenggara demonstrasi-demonstrasi tersebut.

    "Mempertimbangkan berbagai keluhan terhadap aplikasi jejaring sosial Telegram oleh warga Iran, dan berdasarkan permintaan organisasi keamanan dalam menghadapi kegiatan ilegal Telegram, pengadilan telah melarang penggunaannya di Iran," mengutip media pemerintah Iran, seperti dilansir dari GSM Arena.

    Baca: Telegram Tambahkan Mode Streaming dan Auto Night di Android

    Sementara itu, warga Iran didorong untuk menggunakan aplikasi lokal seperti Soroush sebagai alternatif Telegram.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.