Galaxy J7 Duo Lebih Mahal dari Smartphone Cina, Apa Kata Samsung?

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samsung Galaxy J7 Duo resmi rilis di Indonesia. Kredit: Khory/Tempo

    Samsung Galaxy J7 Duo resmi rilis di Indonesia. Kredit: Khory/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Samsung baru saja meresmikan Galaxy J7 Duo yang dibanderol Rp 3,699 juta. Harga itu lebih mahal jika dibandingkan dengan smartphone milik vendor Cina yang baru-baru ini hadir di Indonesia.

    Baca: Samsung Galaxy J7 Duo Resmi Rilis, Ini Spesifikasi dan Harganya

    Dengan spesifikasi yang tidak jauh berbeda dari Galaxy J7 Duo--dari segi RAM, ROM, dan kamera ganda--Asus menawarkan Zenfone Max Pro M1 dengan harga Rp 2,299 juta, sementara Xiaomi melego Xiaomi Redmi Note 5 dengan harga Rp 2,499 juta.

    Saat ditanya mengenai hal ini, Head of Product Marketing IM Business, Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant mengaku tidak khawatir dengan persaingan harga tersebut.

    "Harga itu kan relatif, ya. Konsumen diedukasi cuma hanya membandingkan hardware itu yang kami tidak mau," ujar Denny seusai peluncuran Samsung Galaxy J7 Duo di Jakarta, Kamis.

    Lebih lanjut, Denny menekankan bahwa Samsung menghadirkan sebuah perangkat smartphone yang terintegrasi. "Kalau dari Samsung, kami tidak melihat itu sebagai perbandingan komponen dengan komponen. Memangnya orang pakai RAM saja? Kan enggak," katanya.

    "Terintegrasi semuanya yang kita tawarkan ke konsumen. Pada akhirnya konsumen, begitu dia pakai, dia akan bisa merasakan bedanya."

    Karena itu, Denny mengatakan Samsung selalu berusaha meningkatkan layanannya untuk konsumen, mulai saat memakai perangkat, seperti Samsung Member dan Samsung Gift Indonesia, hingga layanan purnajual.

    Selain terintegrasi dengan layanan konsumen, Samsung membangun ekosistem dengan mengintegrasikan perangkatnya yang satu dengan yang lain. Misalnya, Galaxy J7 Duo sudah terintegrasi dengan perangkat pelacak kebugaran milik Samsung, Gear Fit. "Ada banyak hal di dalam perangkat Samsung yang tidak dimiliki oleh perangkat-perangkat lain," ucap Denny.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.