Jumat, 19 Oktober 2018

Apa Letusan Freatik yang Dimuntahkan Gunung Merapi Pagi Ini?

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Merapi mengeluarkan letusan freatik, 11 Mei 2018. (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

    Gunung Merapi mengeluarkan letusan freatik, 11 Mei 2018. (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Merapi di Jawa Tengah, pagi ini, mengeluarkan letusan freatik sekitar pukul 07.32 WIB. Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi.

    Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunung api aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat.

    "Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik," kata Sutopo, melalui pesan WhatsApp, Jumat, 11 Mei 2018.

    Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan Letusan Freatik, BNPB: Kondisi Normal

    Letusan disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat. Tinggi kolom mencapai 5.500 meter dari puncak kawah. Letusan melontatkan abu vulkanik, pasir, dan material piroklatik. "Letusan berlangsung tiba-tiba," kata Sutopo.

    Meski mengeluarkan letusan freatik, status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah. PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik.

    Sutopo mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Hingga kini pun, kata dia, belum ada laporan korban jiwa. "BPBD dan aparat masih melakukan pemantauan. BPBD Sleman telah menginstruksikan masyarakat yang tinggal dalam radius 5 km seperti daerah Kinahrejo sudah diinstruksikan untuk evakuasi ke bawah di barak pengungsi. Masyarakat merespon dengan evakuasi mandiri ke tempat yang aman," kata Sutopo.

    Baca juga: PVMBG: Erupsi Gunung Merapi Hari Ini Bukan Semburan Abu

    Selain itu, Sutopo mengimbau para pendaki Gunung Merapi dihimbau mengikuti rekomendasi dan tidak memaksakan diri mendekati puncak kawah. Berdasarkan laporan sementara terdapat sekitar 120 orang yang mendaki dan mendekati Pasar Bubrah. Kondisinya semua selamat.

    BPBD telah mendistribusikan masker. Hujan abu diperkirakan turun di sekitar Gunung Merapi khususnya di bagian selatan dan tergantung dari arah angin. Dilaporkan hujan abu vulkanik terjafi di Tugu Kaliurang Sleman Yogyakarta. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPPTKG PVMBG dan BPBD.

    Baca juga: Letusan Freatik Gunung Merapi, BNPB: Tidak Berbahaya

    Simak kabar terbaru tentang letusan freatik dari Gunung Merapi hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.