Jumat, 19 Oktober 2018

Indonesia Usulkan 3 Taman Nasional Ini Jadi Cagar Biosfer Dunia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Danau Segara Anak dari arah Sembalun, Lombok, (20/10). Danau indah berwarna biru ini terbentuk akibat meletusnya gunung Samalas pada 1257. Kini danau ini menjadi daya tarik para wisatawan saat mendaki gunung Rinjani. Tempo/Tony Hartawan

    Pemandangan Danau Segara Anak dari arah Sembalun, Lombok, (20/10). Danau indah berwarna biru ini terbentuk akibat meletusnya gunung Samalas pada 1257. Kini danau ini menjadi daya tarik para wisatawan saat mendaki gunung Rinjani. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia akan mengusulkan tiga taman nasional menjadi cagar biosfer dunia dalam sidang International Co-ordinating Council of the Man and the Biosphere (ICC-MAB) Unesco ke-30 program, yang digelar pada 23-28 Juli 2018 di Palembang.

    "Kita akan mengusulkan nominasi tiga cagar biosfer yaitu Berbak Sembilang di Sumatera Selatan dan Jambi, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu di Kalimantan Barat dan Rinjadi di Nusa Tenggara Barat," ujar Ketua Komite Nasional MAB Unesco Enny Sudarmonowati di Auditorium Sasana Widya Sarwono LIPI, Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

    ICC-MAB merupakan agenda tahunan yang dilaksaakan Unesco untuk membahas pembangunan dan pengembangan cagar biosfer sebagai pemulihan ekosistem. Indonesia menjadi tuan rumah negara kelima di luar Prancis. Negara lain yang pernah menjadi tuan rumah yaitu Jeju (Korea Selatan), Dresden (Jerman), Jonkoping (Swedia) dan Lima (Peru).

    Jumlah cagar biosfer di dunia saat ini berjumlah sebanyak 669 yang tersebar di 120 negara. Indonesia, kata Enny, sekarang memiliki 11 cagar biosfer.

    "Dan sekarang kami mengusulkan 3 cagar biosfer baru. Harapannya disetujui untuk ditetapkan Unesco di Palembang nanti," kata Enny. "Sehingga cagar biosfer tercatat di Unesco dan bertambah menjadi 14."

    ICC-MAB Unesco , kata Enny, memberi kesempatan bagi Indonesia untuk membuktikan adanya pengakuan dan peran Indonesia sebagai negara kaya sumber daya alam hayati di dunia. Momen ini, Enny berujar, akan menjadi ajang promosi keunggulan Indonesia.

    "Sebagai tuan rumah, Indonesia perlu mengambil peran dengan mengusulkan rekomendasi terkait dengan salah satu nominasi cagar biosfer baru Indonesia, yakni Berbak Sembilang," kata Enny yang juga Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.