Jumat, 19 Oktober 2018

Robot, Anak Muda, dan Revolusi Industri 4.0

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kontes Robot Indonesia di kampus Universitas Tarumanegara Jakarta, 12 Mei 2018. Foto:Istimewa

    Kontes Robot Indonesia di kampus Universitas Tarumanegara Jakarta, 12 Mei 2018. Foto:Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Revolusi Industri 4.0 sudah di depan mata. Inilah era di mana teknologi dianggap berperan mengubah cara hidup manusia dalam bekerja dan berinteraksi dengan sesama.

    Baca: Revolusi Industri 4.0, Menteri Perindustrian Gandeng Pesantren

    Zaman revolusi industri generasi keempat inilah anak muda, khususnya mahasiswa, menjadi motor implementasi teknologi berbasis artificial intelligence (AI). Mereka menjadi sumber ide sekaligus menerapkannya secara tepat dan berguna.

    Fenomena tersebut mendorong Universitas Tarumanegara Jakarta menyelenggarakan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 regional II pada Sabtu, 12 Mei 2018.

    Menurut Rektor Universitas Tarumanagara, Agustinus Purna Irawan, teknologi robotik sejalan dengan kebutuhan industri saat ini. Peran teknologi, kata dia, tidak dapat dihindari. “Kesiapan untuk menyambut era ini harus dimulai dari perguruan tinggi,” kata Agustinus dalam rilis yang diterima Tempo pada Selasa, 15 Mei 2018.

    Acara tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Intan Ahmad. Dikatakannya, teknologi robot semakin relevan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0. “Mahasiswa Indonesia mempunyai potensi untuk menguasai teknologi dan maju serta bersaing secara internasional,” kata Intan.

    Kegiatan KRI merupakan yang kedua kali digelar di Universitas Tarumanagara. Sebelumnya acara yang sama digelar pada 2014. Kali ini peserta KRI sebanyak 95 tim dari 44 perguruan tinggi. Ke-44 institusi pendidikan tersebut berasal dari Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan.

    Nantinya, para pemenang KRI 2018 regional II ini akan diuji tanding Juli mendatang, untuk mendapatkan tiket ke putaran kejuaraan robotik tingkat dunia.

    Pelaksanaan lomba terbagi atas lima divisi, yakni kontes robot pemadam api, kontes robot seni tari, kontes robot sepakbola humanoid, kontes sepakbola beroda dan kontes robot lempar bola.

    Kontes ini menjadi bagian dari revolusi industri, di antaranya ditandai oleh penciptaan kendaraan tanpa pengemudi, robot pintar, serta perkembangan neuroteknologi. Di sini manusia lebih mengoptimalkan fungsi otak (artificial intelligence).

    Salah satu tim peserta dari Bandung, yaitu Sofian dan Rizki. Keduanya mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Selama tiga bulan mereka menyiapkan robot andalannya untuk kontes. “Persiapannya sejauh ini lancar saja,” kata Rizki.

    Simak artikel lainnya tentang Revolusi Industri 4.0 di tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.