Selasa, 21 Agustus 2018

Facebook Tangguhkan 200 Aplikasi Akibat Kasus Cambridge Analitica

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Facebook Mark Zuckerberg tiba untuk bersaksi di depan sidang bersama Komite Perdagangan dan Energi dari Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Capitol Hill di Washington, 10 April 2018.  Mark Zuckerberg menyatakan penyesalannya karena mengizinkan aplikasi pihak ketiga untuk mengambil data dari para pengguna Facebook tanpa izin mereka. (AP Photo/Carolyn Kaster)

    CEO Facebook Mark Zuckerberg tiba untuk bersaksi di depan sidang bersama Komite Perdagangan dan Energi dari Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Capitol Hill di Washington, 10 April 2018. Mark Zuckerberg menyatakan penyesalannya karena mengizinkan aplikasi pihak ketiga untuk mengambil data dari para pengguna Facebook tanpa izin mereka. (AP Photo/Carolyn Kaster)

    TEMPO.CO, Jakarta – Facebook cabut 200 aplikasi setelah kasus skandal Cambridge Analitica. Mereka tengah dalam proses investigasi apakah aplikasi-aplikasi ini terlibat dalam menambang data pengguna Facebook atau tidak.

    Setelah skandal pembobolan data pengguna FB terkuak, bos Facebpook Mark Zuckerberg berjanji untuk memeriksa aplikasi yang diperkirakan sudah mengakses data dalam jumlah besar di laman medsos itu. Sejak investigasi ini berlangsung, ada sekitar 200 aplikasi yang ditangguhkan.

    “Sekarang, ribuan aplikasi sudah kami periksa, dan 200 di antaranya sudah kami tangguhkan untuk menunggu keputusan selanjutnya apakah mereka betul-betul menyalahgunakan data,” kata Ime Archibong, wakil presiden bagian kemitraan produk FB.

    Namun Facebook tidak memberikan penjelasan aplikasi apa saja yang ditangguhkan, atau berapa orang yang mengakses aplikasi-aplikasi itu. Perusahaan ini hanya mengatakan akan ada penangguhan aplikasi terkait diadakannya investigasi, melalui tulisannya di laman blog resmi mereka newsroom.fb.com.

    Pemeriksaan ini diadakan setelah peraturan Facebook tahun 2014 diperbaharui. Ahli-ahli dari internal maupun eksternal perusahaan akan melakukan wawancara dan memimpin inspeksi pada aplikasi-aplikasi itu. Bagi aplikasi yang menolak untuk bekerja sama atau tertangkap menambang data akan langsung dicabut dari Facebook.

    “Kami punya tim ahli yang terdiri dari internal dan eksternal yang akan bekerja keras memeriksa aplikasi ini secepat mungkin,” tutur Archibong.

    Aplikasi yang digunakan pembocor  data ke Cambridge Analytica, Aleksandr Kogan, mampu menarik data dari 87 juta orang secara langsung dari pengguna aplikasi, ataupun melalui temannya yang pernah menggunakan aplikasi itu.

    Kogan sebelumnya menyatakan,  banyak aplikasi lain yang sama-sama menambang informasi pengguna secara besar-besaran karena bisa bergerak bebas di bawah aturan Facebook saat itu. Selain investigasi sebuah perangkat baru juga sudah diluncurkan untuk memberikan pengguna izin aplikasi dan pengaturan privasi yang lebih jelas.

    Terlepas dari itu bos Facebook Mark Zuckerberg tetap diminta untuk menghadap secara resmi ke parlemen Inggris karena keterangan  kepala bagian teknologi Mike Schroepfer dinilai kurang memuaskan.

    DAILY MAIL | LA TIMES | FIKRI ARIGI | YY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.