Senin, 28 Mei 2018

Aplikasi Google News Berteknologi AI Tersedia di Play Store

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi Google News. (techradar.com)

    Aplikasi Google News. (techradar.com)

    TEMPO.CO, Jakarta- Aplikasi Google News berteknologi Artificial Intellegence (AI) sudah diluncurkan baru-baru ini. Laman Phone Arena, 15 Mei 2018 melaporkan, aplikasi sudah tersedia di App Store dan Play Store.
     
    Dengan teknologi AI dan kemampuan pembelajaran mesin, aplikasi dapat menganalisis berita utama. Sehingga membuat pengguna dengan cepat mendapatkan berita kisah tertentu. Ketika aplikasi dibuka, pengguna akan mendapatkan lima berita berdasarkan minat membaca di masa lalu.
     
    Ini merupakan kombinasi dari tajuk berita utama, berita lokal, dan topik yang telah dideteksi Google sesuai minat pembaca. Jika ingin menggali lebih dalam, aplikasi dapat memberikan tajuk berita utama dari berbagai sumber dalam bentuk laporan berita, video dan komentar sosial untuk laporan yang diputar dari waktu ke waktu.
     
    Laman The Verge melaporkan, dengan algoritme khusus, aplikasi menyisir berita-berita yang rumit dan cepat. Formatnya pun mudah dipahami seperti jadwal, waktu kronologis, agregasi berita lokal, dan cerita yang disajikan dalam urutan yang berkembang.
     
    Aplikasi ini sekarang diatur menjadi empat bagian. Pertama adalah daftar yang dipersonalisasi bagian "Untuk Anda" untuk berita lima teratas. Kedua bagian "Judul" untuk campuran berita terbaru. Ketiga bagian "Favorit" untuk membintangi topik pilihan.
     
    Dan keempat aplikasi memiliki bagian "Kios", yang memungkinkan pengguna berlangganan berita yang menawarkan langganan bulanan untuk akses web dan cetak. Pengguna dapat menginstal aplikasi Google News untuk sistem iOS atau Android.
     
    PHONE ARENA | THE VERGE
     
     

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.