Jumat, 19 Oktober 2018

Ada Ribuan Konten Negatif Terkait Terorisme, Ini Langkah Facebook

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perangi konten negatif dan hoax

    Perangi konten negatif dan hoax

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook Indonesia belum lama ini menyisir konten berbau negatif terkait peristiwa aksi terorisme di Surabaya. Facebook lalu melakukan Integrasi Platform untuk membuat pengguna merasa aman dan nyaman.

    "Kami mempunyai tiga langkah, pertama hapus konten, kedua mengurangi distribusi konten negatif dan memberikan informasi tambahan," ujar News Partnership Lead Facebook Indonesia, Alice Budisatrijo, dalam acara Press Circle di Kantor Facebook, Capital Place,  Jakarta Selatan, Jumat, 18 Mei 2018.

    Data Facebook menyatakan bahwa pengguna aktif di Indonesia setiap bulan 115 juta. Semua pengguna kemungkinan bisa menemukan konten negatif seperti porno, radikalisme, sampai terorisme.

    Perlu digarisbawahi, kata Alice, konten yang dihapus merupakan konten yang melanggar standar komunitas, berasal dari berita palsu dan berasal dari akun yang berulang kali menyebarkan berita palsu.

    "Kemudian konten berita palsu atau kualitas rendah tetapi yang tidak memiliki cukup alasan kami hapus, itu akan kami kurangi distribusinya," kata Alice. "Kami juga mempunyai langkah untuk memberikan informasi tambahan."

    "Kami mendapat laporan dari pemerintah ada sekitar 470 konten negatif terkait bom Surabaya. Jumlah itu hanya laporan dari pemerintah, sementara hasil pantauan Facebook ada ribuan konten negatif yang menyebar, saya tidak tahu jumlah pastinya," kata Public Policy Lead Facebook Indonesia Ruben Hatari.

    Facebook membuka pengaduan terkait konten-konten negatif yang menyebar untuk selanjutnya diperiksa. April lalu, Facebook melakukan kerjasama dengan media  melalui program Third Party Fact Checker.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.