Senin, 25 Juni 2018

Pesawat NASA Temukan Blok Bangunan Kimia Kehidupan di Mars

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Planet Mars menunjukkan kawasan Terra Meridiani terlihat dalam gambar NASA. NASA akan mengumumkan temuan baru dari eksplorasi Mars selama jumpa pers tanggal 28 September di Washington. REUTERS/NASA/Greg Shirah

    Foto Planet Mars menunjukkan kawasan Terra Meridiani terlihat dalam gambar NASA. NASA akan mengumumkan temuan baru dari eksplorasi Mars selama jumpa pers tanggal 28 September di Washington. REUTERS/NASA/Greg Shirah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Curiosity milik lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, menemukan bukti yang jelas bahwa ada blok bangunan kimia yang menunjukkan kehidupan di Planet Mars.

    Astrobiolog NASA, Jennifer Eigenbrode, menghabiskan waktu bertahun-tahun di Goddard Space Flight Center untuk mencari tahu sinyal yang ada di Mars. "Saya lihat hasil analisis, ada sinyal di sana yang mengatakan kepada kami bahwa kami telah mendeteksi beberapa jenis molekul organik," kata dia, sebagaimana dilaporkan laman NPR, 7 Juni 2018.

    Baca juga: NASA akan Rilis Studi Baru tentang Mars, Soal Kehidupan di Sana?
    Ilmuwan: NASA Tak Bakal Bisa Membelokkan Asteroid Masa Depan

    Bukti baru tersebut berasal dari sepasang batu. Pesawat Curiosity enam roda melakukan pengeboran di Mars pada akhir 2014 dan awal 2015. Dua sampel batuan itu berasal dari situs bernama Confidence Hills dan Mojave, yang berada di bagian bawah Kawah Gale.

    Bubuk dari bebatuan masuk ke dalam alat analisa pada bajak yang disebut SAM yang dapat menentukan terbuat dari apa. Namun, menurut laman Fox News, hasil SAM sulit ditafsirkan, karena ada banyak sinyal asing yang tidak masuk akal.

    "Molekul organik itu mengandung karbon, unsur kimia yang penting bagi kehidupan. Itu menimbulkan pertanyaan yang jelas, dari mana karbon itu berasal," kataEigenbrode. "Kami tidak tahun jawabnya."

    Eigenbrode melihat tiga kemungkinan. Itu, kata Eigenbrode, bisa saja berasal dari meteorit. Meteorit adalah planet Mars yang terus menerus membusuk, dan banyak di antaranya mengandung karbon. Ada kemungkinan berasal dari proses rock yang berlangsung selama miliaran tahun sejak terbentuknya Mars.

    "Yang paling menarik, batuan yang dianalisis berasal dari dasar danau yang dulunya merupakan tempat lebih hangat dan basah di Mars," kata dia. "Karena danau ini memiliki semua yang dibutuhkan organisme, mungkin ada kehidupan di danau."

    Jika ada, Eigenbrode berujar, maka kehidupan itu akan meninggalkan molekul organik. Ahli Astrologi Penn State Kate Freeman setuju bahwa bukti baru itu memungkinkan penafsiran adanya kehidupan.

    "Tapi tidak serta merta berdiri dan mengibarkan bendera, lalu berkata saya hidup. Saya tidak percaya ada kehidupan di Mars saat ini, karena Mars sangat kering, sangat dingin dan tidak memiliki atmosfer," kata Freeman. "Apakah ada di masa lalu atau tidak, tentu merupakan pertanyaan terbuka."

    Baca juga: Kisah Wamelink Membiakkan Cacing di Tanah Mars

    Menurur Freeman, penemuan molekul organik hanya beberapa sentimeter di bawah permukaan Mars adalah tanda yang menggembirakan untuk menemukan kehidupan yang mungkin. Itu karena permukaan Mars terus menerus dibombardir dengan radiasi yang dapat memecah senyawa organik.

    Simak artikel menarik lainnya tentang Mars hanya di kanal Tekno Tempo.co

    NATIONAL PUBLIC RADIO | FOX NEWS 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.