Kamis, 15 November 2018

Ini 5 Inovasi Teknologi yang Muncul di Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2018. Kredit: Youtube/FIFATV

    Teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2018. Kredit: Youtube/FIFATV

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, muncul teknologi video assisted referees (VAR), sebuah teknologi yang terus menjadi berita utama dalam gelaran empat tahunan ini. Namun, sejarah VAR telah ada sebelumnya.

    Baca: Ini 4 Game Sepak Bola yang Meramaikan Gelaran Piala Dunia 2018

    Sebelumnya, teknologi dalam perhelatan sepak bola dunia ini muncul pertama kali pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu, wasit menerima bantuan Artificial Intellegence (AI) garis gawang dalam membuat keputusan, sebagaimana dilansir laman Forbes, pertengahan Juni lalu.

    Sepak bola sendiri menjadi industri bernilai miliaran dolar yang menarik perhatian masyarakat di seluruh dunia. Jadi tidak mengherankan jika sepak bola diikuti dengan transformasi digital yang canggih.

    Tempo.co berusaha merangkum teknologi yang digunakan dalam Piala Dunia 2018, berikut teknologinya:

    1. Video Assisted Referees (VAR)

    Menurut laman Pocket-lint, VAR pada dasarnya mendukung pekerjaan wasit dan asistennya di lapangan. Mereka dapat meninjau kejadian dalam hitungan detik, karena memiliki akses ke beberapa tayangan ulang dari sudut yang berbeda.

    Sebetulnya, VAR sudah berjalan cukup lama, karena sudah diterapkan dalam beberapa cabang olahraga, yakni rugby, tenis, NFL dan bahkan kriket. Idenya sederhana, wasit dapat merujuk situasi yang mengubah permainan, seperti sasaran, penalti, kartu merah, dan identitas yang salah melalui video.

    VAR telah diuji di beberapa kompetisi, termasuk Piala FA, tapi menuai banyak reaksi seperti diubah atau bahkan dihilangkan. VAR dapat berbicara dengan wasit menggunakan sistem radio berbasis serat, sementara 33 kamera siaran dan dua kamera offside langsung ditransmisikan ke Video Operation Room (VOR) menggunakan jaringan yang sama.

    2. 4K UHD Video & VR

    Piala Dunia tampaknya menyambut lahirnya teknologi siaran baru, dan tahun ini adalah Ultra High Definition (UHD) 4K. Uji coba 4K sudah dilakukan di Brasil 2014, tapi di Rusia pertama kali digunakannya teknologi tersebut, karena sejumlah besar pemirsa memiliki perangkat televisi yang kompatibel.

    BBC telah mengkonfirmasi bahwa ada rencana menggunakan teknologi ini yang sudah disiapkan. Pertama, pertandingan hanya akan tersedia online melalui iPlayer BBC, bukan melalui televisi.

    Dan yang kedua, saluran hanya bisa dinikmati bagi yang pertama mengakses. Artinya, hanya puluhan ribu orang yang dapat menonton pada satu waktu. BBC memakai VR, yang tersedia melalui aplikasi BBC Sport VR. Sehingga memungkinkan pemirsa untuk merasa seolah-olah mereka berada di stadion.

    3. Sistem Kinerja dan Pelacakan Elektronik

    Inovasi utama FIFA adalah Electronic Performance and Tracking Systems (EPTS), sistem berbasis tablet yang akan memberi pelatih 32 tim akses ke statistik pemain dan rekaman video secara real time.

    Setiap tim diberikan tiga tablet, satu untuk analis di pinggir lapangan, untuk analis di stadion, dan satu lagi untuk tim medis. Rekaman pertandingan akan mengalami penundaan 30 detik, begitu juga statistik seperti data pemosisian pemain, passing, pressing, kecepatan dan tackles.

    EPTS bekerja dengan sistem berbasis kamera dan teknologi yang disetujui FIFA pada 2015. Dalam Piala Dunia 2018, data akan dikumpulkan melalui dua kamera pelacakan optik yang terletak di tribun utama, sementara tim juga akan memiliki akses ke kamera taktis yang dipilih.

    4. 5G di Rusia

    Piala Dunia 2018 telah tiba terlalu dini untuk 5G, tapi mitra komunikasi resmi untuk Piala Dunia mengadakan uji coba teknologi di Rusia selama acara tersebut. Jaringan 5G diharapkan tersedia pada 2019, dengan memberikan kualitas yang cepat dan besar.

    Ini berarti konektivitas yang lebih baik untuk penggemar di stadion sepak bola di masa depan serta pengalaman baru. Misalnya, jaringan yang didukung Intel di Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018 membantu menghadirkan video VR 360 derajat ke penyiar.

    Ericsson dan MTS mengungkapkan bahwa Piala Dunia menjadi tuan rumah bagi penyebaran Massive MIMO (teknologi seluler canggih), serta pemasangan peralatan radio berkemampuan 5G di lebih dari 40 situs di tujuh dari 11 kota tuan rumah. Jaringan ini mencakup stadion, zona penggemar, dan pusat transportasi serta landmark terkenal, termasuk Lapangan Merah Moskow.

    5. Bola Adidas Telstar

    Adidas telah memproduksi bola pertandingan resmi untuk setiap Piala Dunia sejak tahun 1970. Telstar 18 untuk tahun ini adalah konsep baru dari bola Piala Dunia pertama Adidas dengan menampilkan desain karkas dan panel baru yang diklaim meningkatkan ketahanan kinerja, baik di stadion maupun di jalanan.

    Namun, aspek yang paling menarik adalah dimasukkannya chip Near Field Communication (NFC). NFC adalah teknologi yang sama yang mendukung Apple Pay atau Android Pay dan memungkinkan bola untuk berkomunikasi dengan smartphone.

    Fungsinya terbatas pada informasi produk. Namun ini adalah pertama kalinya chip NFC dimasukkan ke dalam bola pertandingan, sehingga dapat membuka jalan bagi versi masa depan menjadi lebih pintar.

    Adidas sebelumnya merilis bola sepak yang disebut miCoach Smart Ball, yang menggunakan sensor untuk melacak metrik seperti kecepatan dan lintasan. Tapi tidak cukup tahan lama untuk digunakan dalam permainan.

    Simak artikel lainnya tentang inovasi teknologi Piala Dunia 2018 di kanal Tekno Tempo.co.

    FORBES | POCKET LINT | BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.