Sabtu, 17 November 2018

5 Headset Terbaik untuk Bermain Game

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kingston HyperX Cloud Alpha. Kredit: PC Gamer

    Kingston HyperX Cloud Alpha. Kredit: PC Gamer

    TEMPO.CO, Jakarta - Game PC kini menjadi aktivitas yang banyak dimainkan dan memerlukan perangkat yang nyaman, khususnya headset. Oleh karena itu, headset merupakan alat penting bagi para penggemar game PC.

    Baca: Xiaomi Luncurkan Headset Bluetooth Baru, Harga Rp 290 Ribu  
    Baca: Konsumen Indonesia Mulai Pilih Headset Premium

     
    Headset berkualitas baik akan memiliki audio yang nyaman dan mic peredam bising. Tempo.co berusaha merangkum headset berkualitas terbaik yang cocok untuk bermain game PC, berikut headset tersebut:
     
    1. Kingston HyperX Cloud Alpha
     
    Cloud Alpha menghadirkan suara yang baik dan membangun kualitas dengan fitur-fitur terbaru. Seri ini memiliki kabel jack berukuran 3,5 milimeter dengan tanggapan frekuensi 13 Hz hingga 27.000 Hz.
     
    Soundcape stereo yang didesain tertutup ini lebih kuat dari pada yang biasanya, dan suara bass ekstra tidak mengganggu kejernihan suara keseluruhan. Headset tersebut memberikan kenyaman bagi penggunanya, karena memiliki bantalan bagus dan mic yang jernih.
     
    2. Steelseries Arctis 7
     
    Berbeda dengan Cloud Alpha, Arctis 7 merupakan headset nirkabel yang dikoneksikan melalui USB dan kabel berukuran 3,5 milimeter. Dibanderol sekitar US$ 150 atau setara dengan Rp 2,2 juta, perangkat ini memiliki daya tahan baterai hingga 20 jam saat digunakan.
     
    Apabila baterai hampir habis, pengguna bisa terus bermain sambil mengisi daya dengan kabel USB. Arctis 7 memiliki respon frekuensi 20 Hz hingga 20.000 Hz.
     
    3. Steelseries Arctis Pro Plus GameDAC
     
    Headset ini memberikan audio beresolusi tinggi, tapi masih menggunakan kabel 3,5 milimeter analog yang dilengkapi dengan USB dan optik. Arctis Pro Plus GameDAC memiliki kualitas respon frekuensi mulai 10 Hz hingga 40.000 Hz.
     
    Perangkat ini merupakan kombinasi dari konverter digital ke analog yang mengambil beban dari CPU pengguna, preamp dan pusat kendali. Dengan menekan tombol, DTS Headphone-X surround dapat diaktifkan atau dinonaktifkan dan pengaturan EQ disempurnakan.
     
    4. Steelseries Arctis Pro Wireless
     
    Seri ini pada dasarnya merupakan perpaduan dari dua model Steelseries besar. Kemampuan nirkabel dan kotak kontrol digital model 800 lama, dikombinasikan dengan kenyamanan dan kinerja suara dari rentang Arctis.
     
    Perangkat nirkabel ini memiliki mikrofon peredam bising dan baterai isi ulang yang dapat dipertukarkan dengan base station. Headset ini sudah dilengkapi dengan Bluetooth, USB nirkabel dan 3,5 milimeter analog.
     
    Bluetooth yang terpasang bekerja dengan konektivitas nirkabel 2,4 G tanpa suara, hal ini membuat pengguna dapat memakai headset dengan perangkat seluler selain PC. Dan memiliki respon frekuensi 10 Hz hingga 40.000 Hz.
     
    5. Logitech G Pro
     
    Logitech G Pro merupakan headset kabel yang dirancang dengan tujuan menghilangkan kelemahan yang biasa ditemukan pada headset gaming. Headset ini memiliki mikrofon yang dapat dilepas.
     
    Perangkat ini tidak dilengkapi dengan virtual surround, hanya mic mute dan volume scroll wheel sebagai alat kontrol. Dilengkapi konektivitas 3,5 milimeter analog, perangkat memiliki respon frekuensi 20 Hz hingga 20.000 Hz. Harga Logitech G Pro dibanderol kurang dari US$ 100 atau setara dengan Rp 1,4 juta.
     
    Sedangkan menurut laman Forbes, headset praktis untuk penggunaan sehari-hari dengan mikrofon untuk obrolan suara saat bermain game, bisa juga menggunakan seri Logitech G433.
     
    Simak artikel menarik lainnya tentang headset gaming terbaik hanya di kanal Tekno Tempo.co
     
    PC GAMER | FORBES
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.