Minggu, 22 Juli 2018

Startup Berbasis Blockchain Hara Target 2 Juta Petani pada 2020

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Hara, Regi Wahyu. Kredit: Tempo/M. Abi Mulya

    CEO Hara, Regi Wahyu. Kredit: Tempo/M. Abi Mulya

    TEMPO.CO, Jakarta - Blockchain makin banyak digunakan oleh berbagai startup di berbagai belahan dunia, salah satunya di Indonesia. Salah satu yang menggunakannya adalah Hara.

    Baca: 7 Startup Indonesia Ikut Program Akselerasi GnB Accelerator

     
    CEO Hara, Regi Wahyu menyatakan, ia dan perusahaannya menargetkan dua juta petani sebagai pengguna aplikasi Hara pada tahun 2020.
     
    “Kedengarannya kecil (jumlahnya), tapi yang kita incar impact-nya,” ujar Regi saat ditemui pada acara Blockchain for Real-World Problems di Graha Tirtadi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Juli 2018.
     
    Saat ini, Hara belum menjangkau seluruh desa di Indonesia. Tapi, mereka tetap berusaha mengembangkan aplikasinya. “Tiap desa beda-beda, kita harus buat relevansi yang beda,” tambah Regi.
     
    Hara merupakan startup berbasis blockchain yang bergerak pada bidang agrikultur. Mereka menggunakan teknologi tersebut untuk membantu efisiensi kegiatan pertanian.
     
    Blockchain sendiri adalah teknologi penyimpanan data multiserver yang dihubungkan secara aman oleh kriptografi. Melalui teknologi ini, perubahan data yang terjadi secara efisien dan permanen dapat tercatat. Pihak yang tergabung dalam jaringan ini akan mendapatkan informasi atas setiap transaksi yang terjadi dan harus memvalidasinya.
     
    Simak artikel lainnya tentang startup berbasis blockchain di kanal Tekno Tempo.co.
     
    MUHAMMAD ABI MULYA
     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.