Minggu, 23 September 2018

BJ Habibie Akan Bertemu Presiden Joko Widodo, Bahas Hal Ini

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo mengantar BJ Habibie sampai ke kediamannya di Komplek Patra Kuningan. facebook.com

    Presiden Joko Widodo mengantar BJ Habibie sampai ke kediamannya di Komplek Patra Kuningan. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie mengatakan akan menemui Presiden Joko Widodo untuk membahas sumber daya manusia (SDM) di bidang riset dan teknologi.

    "Saya akan menemui Pak Presiden untuk membahas SDM. Kita memang harus mengandalkan SDM yang membutuhkan dua proses, yaitu pembudayaan sinergi positif dengan agama dan proses pendidikan yang output-nya dihasilkan dari iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi)," ujarnya setelah acara penganugerahan BJ Habibie Technology Award (BJHTA) 2018 di Auditorium BPPT, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. "Itu akhirnya akan menghasilkan orang terampil."

    Menurut dia, semua elemen harus berorientasi pada produksi dalam negeri yang membiayai proses keunggulan, kerja sama dengan siapa pun harus saling menguntungkan. Para peneliti dan ilmuwan, kata Habibie, butuh pegangan dan peta yang menjadi garis besar.

    Baca juga: Kisah BJ Habibie: Teori, Pesawat, Hingga Kisah Cinta Romantis

    "Peta itu kan dihasilkan oleh pemerintah, seperti DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat), parpol (partai politik), dan Dewan Riset Nasional, serta mereka manusia-manusia berpengalaman, baik dari industri maupun bidang lainnya berdasarkan kriteria," kata Presiden Indonesia ketiga itu.

    Tambahannya adalah, Habibie menjelaskan, kalau ada Garis Besar Haluan Negara, berarti negara juga butuh Garis Besar Haluan Daerah. Sebab, banyak organisasi politik dari daerah yang dominan dengan kondisi alamnya, tapi manusianya tidak berkembang seperti di tempat lain. "Itu jadinya tidak sesuai dengan UUD (undang-undang dasar) kita, bahkan harus ada Dewan Riset Daerah," ucapnya.

    "Kurang-lebih nanti ke situ pembahasannya dengan Pak Jokowi. Kita pasti mampu, kok," tuturnya. "Pembudayaan akan menghasilkan iman dan takwa yang seimbang. Kalau kita memiliki kualitas iman-takwa tinggi tapi penguasawan iptek negatif, ya, tidak bisa apa-apa, dan jika sebaliknya, maka bahaya itu."

    Baca juga: Hoax BJ Habibie Meninggal: Bukan Hanya Sekali, Cek Faktanya

    Sebenarnya, menurut Habibie, banyak orang yang berkompeten di setiap bidang di Indonesia. Namun semuanya belum aktif di masyarakat dan pemerintahan sebagai satu tim yang harus bekerja sama dalam teknologi inovasi.

    "Saya punya tujuh cucu biologis, tapi saya punya jutaan cucu intelektual," kata Habibie.

    Baca juga: Tak Percaya Bumi Datar dan Alien, BJ Habibie Pernah Bilang Ini

    Simak kabar terbaru dari BJ Habibie dan Presiden Joko Widodo hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.