Selasa, 14 Agustus 2018

BJ Habibie: Cucu Intelektual Saya Ada Jutaan

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI ke 3 BJ Habibie, memberikan kata sambutan dalam acara Anugerah Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award ke- 9 kepada peneliti Tim perekayasa Garam Farmasi BPPT, di Jakarta, 18 Agustus 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Presiden RI ke 3 BJ Habibie, memberikan kata sambutan dalam acara Anugerah Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award ke- 9 kepada peneliti Tim perekayasa Garam Farmasi BPPT, di Jakarta, 18 Agustus 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Indonesia ke-3, BJ Habibie, mengucapkan selamat kepada Eniya Listniani Dewi. Eniya meraih penghargaan teknologi BJ Habibie Technology Award 2018 dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

    "Saya bangga sekali, dia (Eniya) adalah cucu intelektual saya, jadi pas ditanya testimoni ya gimana, masa saya harus puji-puji dia. Saya punya tujuh cucu biologis, tapi saya punya jutaan cucu intelektual," tambah Habibie.

    "Saya minta selamat berjuang, Anda berasal dari suatu daerah yang tidak pernah lelah, dengan SDM yang berkualitas dan diperbaharukan".

    Baca juga: Kisah BJ Habibie: Teori, Pesawat, Hingga Kisah Cinta Romantis

    Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan Eniya Listiani Dewi penghargaan teknologi BJ Habibie Technology Award 2018. Perempuan peneliti berumur 44 tahun di BPPT ini mengembangkan teknologi energi fuel cell.

    "Saya telah mengembangkan teknologi fuel cell dengan metode electron transfer dengan menggunakan bahan baku lokal dan dipasang pada motor yang juga back up power untuk berbagai peralatan," ujar Eniya dalam sambutannya di Auditorium BPPT, Jalan MH Thamrin Nomor 8, Jakarta pada Selasa, 10 Juli 2018.

    BJ Habibie Technology Award 2018 merupakan gelaran ke-11 yang menjadi salah satu upaya BPPT untuk memberikan dorongan timbulnya hasrat inovasi dan penciptaan teknologi kepada para pelaku teknologi. BJ Habibie Technology Award digelar sejak 2008 dan sudah diberikan kepada 10 orang dari berbagai bidang yang tidak terbatas.

    Baca juga: Hoax BJ Habibie Meninggal: Bukan Hanya Sekali, Cek Faktanya

    BJ Habibie, dalam sambutannya, juga menjelaskan bahwa penerima penghargaan merupakan generasi penerus. "Kepala BPPT, Menristekditi, peraih penghargaan dan semua ilmuwan adalah orang-orang pilihan," kata dia.

    Sebenarnya, kata Presiden Indonesia ke-3 itu, banyak orang-orang yang berkompeten di masing-masing bidang. Namun, semuanya bekum aktif dalam masyarakat dan pemerintahan, sebagai satu tim harus semuanya harus bekerja sama dalam teknologi inovasi.

    Baca juga: Apa Kata BJ Habibie Soal Alien dan Teori Bumi Datar?

    Eniya telah memenuhi beberapa kriteria penilaian untuk dapat menerima BJHTA yakni, invention for technology advancement, recognition of international journals, recognition of papers international symposiums, recognition of the leadership of scientific association dan recognition of the patent.

    "Proses produksi gas hidrogen ini telah dikembangkan dari limbah biomassa dengan bahan baku limbah industri kelapa sawit," tambah Eniya. "Gas biohidrogen dari limbah biomassa merupakan energi terbarukan, dapat digunakan untuk menaikkan efisiensi pembakaran dengan metode green hydrogen".

    Eniya Listiani Dewi lahir di Magelang pada 1974. Setelah lulus SMA 1 Magelang, dia melanjutkan program S1 di Waseda University dengan beasiswa STAID hingga memperoleh gelar B.Eng pada tahun 1998. Kemudian meneruskan S2 di universitas yang sama dengan beasiswa IWAKI Foundation hingga mendapatkan gelar M.Eng pada 2000. Program doktoralnya diselesaikan sebagai spesial researcher JSPS hingga bergelar Dr-Eng pada 2003. Kini dia berkiprah di BPPT sebagai Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material.

    Baca juga: Tak Percaya Bumi Datar dan Alien, BJ Habibie Pernah Bilang Ini

    Simak kabar terbaru dari BJ Habibie hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.