Minggu, 23 September 2018

Ini 6 Inovasi Keren dari BPPT

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo BPPT. (Antara)

    Logo BPPT. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto menyampaikan bahwa BPPT sudah melakukan beberapa inovasi dan layanan teknologi di beberapa bidang seperti transportasi dan energi listrik.

    "Kami telah melakukan beberapa inovasi dan layanan teknologi di berbagai bidang mulai dari perkeretaapian, penerbangan, pemilu, dan energi listrik. Kami juga membantu pencarian KM Sinar Bangu dengan menggunakan teknologi milik BPPT," ujar Unggul, dalam sambutannya di acara penganugerahan BJ Habibie Technology Award (BJHTA) 2018 di Auditorium BPPT, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Juli 2018.

    Baca juga: KM Sinar Bangun Ditemukan, Ini Kronologi Pengerahan Robot BPPT

    Berikut teknologi inovasi dan layanan yang sedang dilakukan oleh BPPT menurut Unggul:

    1. Bidang Perkeretaapian

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau uji coba LRT Palembang dari Stasiun Jakabaring ke Stasiun OPI Mall, 27 Mei 2018. TEMPO/Parliza Hendrawan

    BPPT melaksanakan kliring teknologi peningkatan kecepatan KA koridor Jakarta-Surabaya yang merupakan layanan teknologi BPPT untuk kementerian Perhubungan di tahun 2017-2018. Output dari kajian tersebut, kata Unggul, merupakan rekomendasi pemilihan teknologi dan rancangbangun peningkatan kecepatan kereta api.

    Teknologi tersebut untuk koridor Jakarta-Surabaya sepanjang 720 kilometer yang didesain dapat ditempuh dalam waktu 5 jam atau dengan kecepatan rata-rata 130 kilometer per jam.

    BPPT juga berkontribusi kepada PT INKA (Persero) dalam menunjang pembangunan sarana Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dengan melakukan audit teknologi untuk menilai kemampuan manufaktur industri perkeretaapian. Demikian juga dalam perhitungan Reliability, Availability, Maintainability, and Safety (RAMS) untuk komponen utama Kereta Api.

    2. Bidang Penerbangan

    Ilustrasi radar. wikimedia.org

    Inovasi di bidang yang lain yaitu transportasi penerbangan, BPPT sedang melakukan kaji-terap inovasi ADS-B. ADS-B merupakan Sistem Pemantau Penerbangan Nir Radar Berbasis ADS-B (Automatic Dependent Surveillance - Broadcast). Sistem tersebut menjadi navigasi yang mampu menggantikan fungsi radar dalam memantau penerbangan pesawat.

    Pemasangan perangkat ADS-B, Unggul berujar, diproduksi oleh PT INTI dan mulai diimplementasikan tahun 2018 di 7 lokasi sepanjang jalur penerbangan Sentani-Oksibil-Wamena Papua.

    "Keunggulannya adalah dapat mengatasi kendala penerbangan di wilayah yang sulit dijangkau radar. Selain ditinjau dari sisi biaya investasi, operasionalnya lebih murah dibandingkan dengan perangkat navigasi berbasis radar," kata Unggul.

    Baca juga: Kerjasama PT INKA dan BPPT Garap Kereta Ringan Jabodetabek

    3. Bidang Pemilu

    Petugas memperlihatkan kartu untuk mengoperasikan alat teknologi E-Voting, di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, 29 Juli 2015. Program E-voting ini untuk mendukung KPU dalam mencegah kecurangan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2015 sejak perhitungan di tempat pemungutan suara, rekapitulasi di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan di kabupaten/kota. TEMPO/Imam Sukamto

    Unggul menjelaskan inovasi lainnya, yaitu e-Pemilu. Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akhir Juni 2018 lalu, BPPT menguji teknologi e-Verifikasi dan teknologi Tanda-tangan atau sertifikat digital di Pilkada Sulawesi Selatan, bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulawesi Selatan.

    Teknologi e-Verifikasi memanfaatkan data sidik jari yang tersimpan dalam e-KTP untuk memastikan pemilih yang hadir memang secara sah memiliki hak suara. Dengan teknologi itu, kata dia, bisa mengurangi potensi kecurangan pemilu seperti penggelembungan suara akibat pemilih yang tidak sah, pemilih ganda maupun akibat kesalahan perhitungan total suara dalam TPS.

    4. Bidang Kelistrikan

    Ilustrasi PLTP. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Di bidang energi kelistrikan, BPPT telah melakukan kerjasama dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan GFZ. untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), membuat inovasi PLTP Binary Cycle 500 kilowatt.

    Kerjasama tersebut dimulai pada 2016 dengan pembangunan Demo Plant Binary Cycle 500 kilowatt. BPPT menyediakan lahan dan engineering design, sedangkan PT PGE menyediakan brine (hot water) dan perpipaan suplai brine. Untuk modular binary cycle dan engineering design disediakan oleh GFZ. Dari sistem yang dikembangkan ini akan dihasilkan listrik sebesar 500 kilowatt.

    "Seperti kita ketahui, saat ini pemerintah mendorong pengembangan sumber energi terbarukan termasuk energi panas bumi, dalam upaya penyediaan energi berkelanjutan yang ramah lingkungan. Juga untuk mengimbangi penyediaan energi berbahan nuklir dan fossil," ujar Unggul.

    Pemanfaatan teknologi binary cycle ini pertama kali di Indonesia dan dikembangkan pada PLTP Lahendong. Melalui teknologi binary cycle ini, kata unggul, sisa air panas dapat dimanfaatkan sebelum diinjeksikan ke dalam sumur injeksi. Dengan bantuan worker fluid, turbin dapat berputar sehingga dapat menghasilkan listrik.

    Baca juga: Tingkatkan Produksi Garam, BPPT Akan Terapkan Teknologi Baru

    5. Bidang Kemaritiman
    Inovasi lainnya adalah di bidang kemaritiman. BPPT melakukan pemanfaatan karet alam dalam negeri untuk menjadi produk inovasi Rubber Air Bag. Inovasi tersebut hasil kerja sama dengan PT Samudera Luas Paramacitra Cirebon.

    BPPT berhasil melakukan perekayasaan teknologi material melalui pengembangan teknologi pembuatan rubber air bag dengan memanfaatkan bahan baku karet alam lokal. Inovasi rubber air bag buatan lokal ini bertujuan agar Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) industri perkapalan dapat ditingkatkan.

    "Selain itu adanya industri dalam negeri ini mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan harganya 10 hingga 15 persen lebih murah dari produk impor dengan kualitas yang setara," tambah Unggul.

    6. Pemanfaatan Teknologi ROV untuk Pencarian KM Sinar Bangun

    ROV Sea Eye Falcon milik BPPT yang dikerahkan untuk pencarian KM Sinar Bangun dan korban penumpangnya di dasar Danau Toba berkedalaman 450 meter. Kredit: Dok. Henky Suharto

    Dalam hal layanan teknologi adalah pemanfaatan Remotely Operated Vehicle (ROV), robot bawah air milik BPPT untuk pencarian KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba. Kehadiran BPPT yang didukung dengan teknologi ROV, pada tanggal 26 Juni-4 Juli 2018 sebagai bagian dari tim Basarnas telah menjawab spekulasi dan memberikan verifikasi.

    Sebelumnya, KM Sinar Bangun dideteksi melalui Teknologi Multibeam dan Side Scan Sonar. "Korban tewas, kursi, barang-barang penumpang, kendaraan, dan lain-lain ditemukan temukan dengan teknologi ROV," tambah Unggul. "Dan telah memberikan informasi yang meyakinkan masyarakat dan menjawab keraguan para keluarga korban akan keberadaan KM. Sinar Bangun dan para penumpang lain yang belum ditemukan".

    Baca juga: BPPT Siap Dukung Pengembangan Mobil Listrik

    Simak kabar terbaru dari BPPT hanya di kanal Tekno Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.