Minggu, 22 Juli 2018

Drone Perang MQ-9 Reaper Milik Amerika Diretas, Data Ini Dicuri

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drone MQ-9 Reaper (Predator B) dilengkapi dengan mesin trubopop yang dirancang untuk berbagai misi. Drone ini mampu menjelajah ketinggian hingga 15.250 meter dengan lama terbang 27 jam. Drone ini mampu mengangkut peralatan tempur seberat 1,746 kg, antara lain Hellfire dan bom unit-12 Paveway II dalam sekali terbang. ga-asi.com

    Drone MQ-9 Reaper (Predator B) dilengkapi dengan mesin trubopop yang dirancang untuk berbagai misi. Drone ini mampu menjelajah ketinggian hingga 15.250 meter dengan lama terbang 27 jam. Drone ini mampu mengangkut peralatan tempur seberat 1,746 kg, antara lain Hellfire dan bom unit-12 Paveway II dalam sekali terbang. ga-asi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat nirawak (drone) perang MQ-9 Reaper milik Amerika diretas oleh peretas misterius. File dokumen dalam pesawat tersebut berisi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh musuh untuk menilai kelemahan dari pesawat.

    Menurut perusahaan keamanan cyber, Recorded Future, dalam laman Daily Mail, 11 Juli 2018 menyatakan bahwa mereka menemukan penjarahan data yang dilakukan oleh para peretas. Informasi itu diketahui pada Selasa, 10 Juli 2018.

    Baca juga: Kolombia Gunakan Drone untuk Musnahkan Tanaman Kokain

    Pesawat MQ-9 Reaper digunakan militer Amerika untuk melakukan serangan dan misi mata-mata. File yang dicuri termasuk e-book kursus pemeliharaan dan daftar penerbang yang ditugaskan untuk mengendarai persawat tersebut.

    Anehnya, menurut pihak Recorded Future, peretas tampaknya tidak berafiliasi dengan pemerintah asing. "Itu tidak seperti peretas, karena bisa mencuri rahasia militer di tempat pertama," ujar pihak Recorded Future.

    Baca juga: Peneliti Cina Bangun Sistem Cegah Drone Dekati Bandara

    Peretas tidak dikenal itu diduga mencoba menjual dokumen militer Amerika yang dicuri melalui website gelap. Recorded Future juga melakukan eksploitasi terhadap masalah di jaringan internet router Netgear untuk masuk ke komputer seorang kapten di Pangkalan Angkatan Udara Creech di Nevada.

    Selama bertahun-tahun, pengguna Netgear telah diperingatkan untuk mengubah kata sandi ketika diinstal. Karena jika tidak diganti dengan yang baru, siapa pun bisa masuk ke jaringan tersebut.

    Baca juga: Drone Spionase Inggris Ini Dapat Terbang Hingga 12 Bulan

    Peretas juga diduga memiliki data pengguna jaringan internet router Netgear. Namun, peretas itu tidak tahu nilai dokumen yang dicurinya, peretas mencoba menjualnya di forum terbuka seharga US$ 150 hingga US$ 200 atau setara dengan Rp 2 juta hingga Rp 2,8 juta.

    Recorded Future telah menerima screenshots dari beberapa dokumen saat menyamar sebagai pembeli potensial. Menurut laman Wall Street Journal, kasus tersebut saat ini sudah dilaporkan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti.

    Baca juga: Pertama Kali, Drone Akan Dioperasikan di Masjidil Haram

    Simak artikel lainnya tentang drone milik Amerika yang diretas hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    DAILY MAIL | WALL STREET JOURNAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.